Tambang Emas Ilegal di Merangin Jambi Digerebek, 13 Pekerja Diamankan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menggerebek pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Lantak Seribu A3, Kecamatan Renah Pemenang, Kabupaten Merangin, Jambi, Minggu (13/11). Petugas mengamankan 13 pekerja dari lokasi itu.

Seorang di antara 13 orang yang diamankan merupakan operator alat berat. Sementara 12 lainnya ditemukan dalam lubang galian. Pekerja yang diamankan yakni Imam Triyadi, Tutut Purnomo, Maryono, Yulianto, Ade Samsudin Dahri, Andre Subekti, Hasan, Heru Saputra, Mai Nyoryanto, Mustakin, Sayoko, Suparjo, dan Suryono.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi. Bukti yang diamankan di antaranya satu unit ekskavator, dua karpet hitam, alat dulang, ember, galon minyak, dan satu cangkang.

Kronologi Penangkapan

Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Lumbrian Hayudi Putra menjelaskan kronologi penggerebekan. "Kita mendapatkan Informasi dari masyarakat bahwa ada aktivitas PETI sehingga tim Sat Reskrim Polres Merangin langsung ke TKP," kata Lumbrian, Senin (14/11).

Dia menjelaskan dia, personel Sat Reskrim datang ke lokasi pada Minggu (13/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka langsung mengamankan seorang operator ekskavator. Petugas juga melihat bahwa di dalam lubang galian terdapat 12 orang yang sedang melakukan aktivitas penambangan ilegal.

"Jadi kita bawa semua pelaku ke Polres Merangin guna menindaklanjuti, serta barang bukti yaitu alat ekskavator kita bawa juga," ujarnya.

Dalam kasus ini, kata Lumbrian, para penambang ilegal itu dikenakan Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Reporter: Hidayat. [yan]