Tampil Buruk di EURO 2020, Anak Alvaro Morata Dapat Ancaman Pembunuhan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kritikan terus diterima bomber Timnas Spanyol, Alvaro Morata. Bomber Juventus ini tampil buruk dan banyak membuang peluang.

Morata memang sudah mencetak satu gol di EURO 2020 ini. Namun, dia banyak membuat kesalahan, termasuk kegagalan penalti saat bersua Slovakia.

Setelah duel melawan Polandia pada 20 Juni 2021, ancaman banyak diterima Morata. Bahkan, sampai menyasar keluarganya. Ada yang memberikan ancaman pembunuhan kepada anak-anaknya.

"Saya tak bisa tidur sembilan jam usai duel melawan Polandia. Saya menerima ancaman, hinaan kepada keluarga. Mereka bilang, 'Kami harap anak-anakmu akan mati'," ungkap Morata dilansir Football Italia.

Morata sadar dia memang bermain buruk. Namun, pemain 28 tahun ini menilai ancaman kepada anak-anaknya terlalu berlebihan.

"Saya paham kalian mengkritik saya karena tidak mencetak gol. Tapi, seharusnya mereka tahu jika ada di posisi saya. Mereka harus sadar bagaimana rasanya menerima ancaman, saat ada yang bilang anak-anakmu akan mati," ucap Morata.

Morata sampai memutuskan untuk menutup teleponnya. Dia pun meminta bantuan terapis tim agar kondisinya membaik.

"Saat saya tiba di hotel, saya menjauhkan telepon saya. Namun, hal yang mengganggu adalah mereka mengatakan hal semacam ini pada istri dan anak saya di stadion," ucap Morata.

Spanyol berhasil lolos ke babak 16 besar sebagai runner up Grup E. La Furia Roja akan menghadapi Kroasia di Parken Stadium, Kopenhagen pada 28 Juni 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel