Tampil di Google Doodle Hari Ini, Begini Kisah Pebiliar Masako Katsura

Donny Adhiyasa
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hari ini, Minggu 7 Maret 2021 Google Doodle menampilkan kehidupan pebiliar wanita legendaris asal Jepang, Masako Katsura dalam tampilan laman utama situs pencarian tersebut.

Perempuan kelahiran Tokyo itu mengukir sejarah sebagai pebiliar wanita pertama yang merebut gelar internasional pada hari ini, 7 Maret di tahun 1952.

Siapakah Masako Katsura?
Dilansir The Sun, Masako Katsura lahir di Tokyo pada tahun 1913 dan belajar biliar pada usia 12 tahun dari saudara iparnya, seorang pemilik ruang permainan.

Pada usia 15 tahun, Katsura adalah juara putri Jepang di cabang biliar jenis khusus yakni harus memukul dua bola berturut-turut untuk mencetak poin.

Setelah berusia 19 tahun, Masako Katsura hanya berkompetisi di turnamen putra dan mengumpulkan 10.000 poin pada satu pertandinganan dalam empat setengah putaran yang mengesankan.


Mengapa Masako Katsura dirayakan dengan Google Doodle?
Google merayakan pencapaian bersejarah Katura sebagai wanita pertama yang diikutsertakan dalam kejuaraan biliar internasional.

Google telah memilih hari ini, 7 Maret, karena itu adalah hari Masako Katsura membuat sejarah di turnamen itu pada tahun 1952. Masako Katsura hanya berkompetisi di turnamen putra setelah berusia 19 tahun

Google Doodle animasi hari ini menunjukkan contoh biliar tiga bola yang sedang beraksi.

Itu adalah versi yang lebih tangguh dari biliar karambol yang mengharuskan bola isyarat untuk memukul setidaknya tiga bantal sebelum memukul dua bola objek untuk mendapatkan poin.

Pada saat Katsura pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1937, kabar tentang bakatnya yang belum pernah terjadi sebelumnya telah didengar juara dunia 8 kali, Welker Cochran.

Welker Cochran menyelenggarakan turnamen Kejuaraan Biliar Dunia pada tahun 1952 untuk menyaksikannya bersaing dengan penggemar biliar terkemuka dunia.

Katsura mengalahkan beberapa pemain olahraga terbaik untuk finis ketujuh di turnamen. Prestasi dan kemajuan yang ditorehkannya pun menjadi pioner bagi pebiliar wanita dalam permainan yang biasanya didominasi pria itu.