Tanah ambles di Majalengka, 6 hektare sawah siap panen rusak

MERDEKA.COM. Fenomena bencana alam seperti tanah ambles terjadi di Kampung Gintung, Desa Cimuncang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dalam dua pekan ini. Akibatnya 6 hektare sawah siap panen rusak dan 200 meter mahkota (tebing bagian atas yang jatuh) longsor menutup areal tersebut.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, pergerakan tanah terjadi diduga karena permasalahan kandungan air yang ada di dalamnya. "Ini parah sekali memang, bahwa kawasan tersebut memang masuk zona pergerakan tanah. Sehingga tumpukan material dan terkena hujan lebat lepas bisa menggelontor ke bawah, sawah siap panen jadi kena imbas," kata Surono di Kantor PVMBG Bandung, Kamis (2/5).

Menurutnya, pergerakan tanah ini akan terus terjadi dan cenderung meningkat. Apalagi musim penghujan masih menyelimuti wilayah tersebut. Ditambah, tanah yang subur sangat berpotensi menyebabkan pergerakan tanah menyebar titik lainnya.

"Pergerakan tanah terus terjadi dan cenderung meningkat," katanya.

Surono merekomendasikan warga sekitar untuk tidak menempati rumah yang berpotensi hancur tersebut. Dia menambahkan, selain merusak sawah, pergerakan tanah yang
berawal dari bukit itu juga merusak infrastruktur jalan desa. "Amblesnya 3-5 meter. Akibat dari retakan tanah itu," ujarnya.

Fenomena yang terjadi ini terus menyedot perhatian warga. Namun dia meminta untuk tidak mendekat terhadap zona rawan ambles.

Baca juga:
Waspada, jalur kereta api di Garut terancam longsor
Jawa Barat dikelilingi zona merah rawan longsor
LIPI bikin alat pendeteksi tanah longsor

Topik Pilihan:
Presiden SBY | Pernikahan | Jokowi ahok | Google Glass | BBM Naik

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.