Tanah Musnah Jadi Kendala Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak

Syahrul Ansyari, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA - Pembangunan Tol Semarang-Demak saat ini masih mengalami kendala. Hal itu terkait status tanah warga yang tenggelam air laut, atau tanah musnah.

Kasus itu terjadi di area tol Semarang I, yang berada di perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Akibatnya, Proyek Strategis Nasional (PSN) tol sekaligus penahan abrasi laut tersebut, tidak berjalan maksimal.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan harus ada ketegasan agar masyarakat nantinya tidak dirugikan atas PSN Tol Semarang-Demak. Hal itu mengingat bila tanah warga tenggelam air laut, tidak bisa mendapat ganti rugi karena dinyatakan musnah, akibat bencana atau kondisi alam.

"Tol yang sebagai tanggul laut, ternyata masih terjadi perdebatan, yang menentukan tanah musnah. Siapa yang berwenang, agar rakyat tidak dirugikan. Karena kalau dinyatakan tanah musnah, tidak dapat ganti rugi," tegas Ganjar seusai menerima Sekjen ATR/BPN Himawan Arief Sugoto di Semarang, Senin, 19 April 2021.

Baca juga: Tol layang MBZ Ditutup Mulai 6 Mei Guna Sekat Pemudik

Ganjar menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih menunggu Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), terkait status tanah musnah di lahan calon Tol Semarang Demak. Menurutnya, dalam menyelesaikan masalah ini harus diputuskan dengan bijak. Hal itu berkaitan dengan hak rakyat dan status administratif tanah, yang diatur dalam peraturan negara.

"Karena kondisi alam, bencana alam, kalau musnah kan hilang, tidak bisa diganti rugi. Kalau diganti rugi itu keliru, nanti jadi temuan BPK. Nah agar kemudian tidak salah kita siapkan regulasinya. Siapkan peraturan menteri bagaimana menghadapi situasi seperti ini," katanya.

Perlu diketahui, hingga kini Peraturan Menteri ATR/BPN terhadap PP 18/2021 terkait status tanah musnah belum rampung. Oleh karenanya, Ganjar meminta agar urusan ini dirampungkan terlebih dahulu.

Ganjar juga meminta Pemerintah Kota Semarang dan Kabupaten Demak mengajak warganya berembug dan menyosialisasikan hal ini.

Sementara itu, Tenaga Ahli ATR BPN Arie Yuriwin mengatakan akan membentuk tim menindaklanjuti hasil rapat dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

"Ini lagi mau dibentuk tim, terkait PP 18/2021. Nanti timnya dari Pemda (Jateng)," katanya.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno