Tanam Dua Kali, Masyarakat Kuansing Diminta Tak Alih Fungsikan Lahan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau diminta tidak mengalihfungsikan lahan pertanian. Hal ini menyusul semakin meningkatnya produksi padi di Kuansing demi ketahanan pangan.

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasinya kepada daerah untuk peduli pencegahan alih fungsi lahan pertanian. Pemerintah akan terus berupaya melawan usaha mengubah alih fungsi lahan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar perlawanan pada alih fungsi lahan dilakukan secara sinergi dengan pro-aktifnya peranan pemerintah daerah melakukan pencegahan optimal.

"Mengalihkan fungsi lahan pertanian untuk kepentingan lainnya akan berdampak pada sisi negatif terhadap ketahanan pangan Indonesia. Selain itu, juga bakal membuat kesejahteraan petani menurun," ujar Mentan SYL, Minggu (25/10).

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, dalam upaya pengendalian alih fungsi lahan, Kementan juga melakukan mengawalan verifikasi serta sinkronisasi lahan sawah dan penetapan peta lahan sawah yang dilindungi.

Kementan juga terlibat dalam pengawalan pengintegrasian lahan sawah yang dilindungi untuk ditetapkan menjadi Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) di dalam Perda RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota.

"Dengan demikian, UU 41/2009, Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 dan Peraturan turunannya dapat dilaksanakan lebih optimal," kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy mengatakan, jika area persawahan dialihfungsikan menjadi lainnya, maka upaya budidaya pertanian akan menjadi sia-sia. Warga pun akan kesulitan untuk mendapatkan makanan.

"Untuk mencegah alih fungsi tersebut, maka pemerintah daerah diharapkan tidak memberikan izin alih fungsi lahan. Terutama yang berada di zona lahan abadi," ujar Sarwo Edhy.

Pjs Bupati Kuansing Roni Rakhmat meminta masyarakat tak melakukan alih fungsi lahan pertanian. Baik itu untuk bangunan ataupun diubah menjadi lahan kelapa sawit.

"Kami sangat berharap masyarakat tidak alih fungsi lahan. Lahan pertanian ini tanam saja dengan tanaman seperti padi dan atau palawija lainnya. Jangan sampai, ini sawah ditanam sawit," ujar Pjs Bupati Roni.

Menurutnya, dengan panen dua kali setahun, masyarakat Kuansing harus bersyukur. Sebab, masyarakat bisa meningkatkan produksi menuju swasembada pangan.

"Biasanya kan cuma sekali setahun, sekarang sudah dua kali, dengan produksi yang meningkat, insya Allah bisa mengatasi krisis pangan di Kuansing," ujar Roni.

Pjs Bupati Roni mengajak seluruh masyarakat Kuansing untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong atau lahan tidur, agar ditanam dengan tanaman yang menopang kehidupan.

"Pemerintah akan senantiasa membantu masyarakat dalam meningkatkan produksi. Itu tugas pemerintah. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan sarana prasarana pertanian," papar dia.

Ditegaskan dia, Pemkab Kuansing punya komitmen tinggi dalam meningkatkan ketahanan pangan sebagai antisipasi kelangkaan pangan. Karena itu, pemerintah akan selalu memikirkan bagaimana produksi meningkat.

"Kami sangat berharap, seluruh petani di Kuansing melakukan tanam dua kali setahun. Untuk teknisnya, kita minta Dinas Pertanian supaya tanam padi dua kali setahun merata," pungkasnya.

(*)