Taman Nasional Gunung Leuser Dapat Penghuni Baru, Gajah Sumatera

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Latihan Satwa Khusus (PLSK) di Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser, Provinsi Sumatra Utara, kedatangan penghuni baru. Penghuni baru tersebut berupa anak gajah yang baru dilahirkan oleh induknya.

Kabar gembira tersebut disampaikan pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser melalui akun Instagram resminya, Rabu, 17 November 2021. Anak gajah tersebut dilahirkan pada pagi hari sebelum Subuh.

"Alhamdulillah. Atas berkat rahmat Allah SWT, telah lahir seekor individu baru anak gajah Sumatera di Pusat Latihan Satwa Khusus (PLSK) #Tangkahan, #tngunungleuser , Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari," tulis akun @bbtn_gn_leuser.

Disebutkan, anak gajah tersebut berjenis kelamin jantan, lahir dari induk gajah Sumatera bernama Olive dan pejantan bernama Theo. Bayi Olive yang baru lahir ini memiliki lingkar badan 101 cm dan tinggi bahu 80 cm.

Kelahiran Olive merupakan kali kedua kelahiran bayi gajah di PLSK Tangkahan pada 2021. Sebelumnya, pada 1 Februari 2021 lalu, telah lahir seekor anak gajah berjenis kelamin betina bernama Boni dari indukan bernama Sari dengan pejantan yang sama.

"Bayi gajah masih rentan, sangat membutuhkan perawatan yang intensif. Oleh karena itu kesehatannya akan terus dimonitor agar mereka tumbuh dengan baik," jelas Adhi Nurul Hadi, plt Kepala #bbtngunungleuser.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sambutan Hangat Warganet

Seekor anak gajah jadi penghuni batu Taman Nasional Gunung Leuser (dok.instagram/@bbtn_gn_leuser/https://www.instagram.com/p/CWXN9VHvWOG/Komarudin)
Seekor anak gajah jadi penghuni batu Taman Nasional Gunung Leuser (dok.instagram/@bbtn_gn_leuser/https://www.instagram.com/p/CWXN9VHvWOG/Komarudin)

Dalam kesempatan itu, pihak BBTN Gunung Leuser mengucapkan terima kasih kepada para mahout, kepala resor, mitra VESSWIC. Selain itu, kepada CRU Tangkahan dan segenap pihak yang telah mendukung pengelolaan gajah di Tangkahan, TN Gunung Leuser.

Unggahan tersebut mendapat sambutan hangat dari warganet. Mereka senang dengan kehadiran penghuni baru di Tangkahan.

"Alhamdulillah..馃挋馃挋馃挋 Sehat2 Adek Boni, sehat selalu, panjang umur dan sampai ketemu..馃コ," tulis seorang warganet. "Sehat selalu ya dan semoga berkembangbiak dg baik鉂わ笍," imbuh akun yang lain.

"Pesan untuk pawangnya, kalau udah besar jangan diajak pungli+dipukuli macam siboni. Sekian dan terimakasih:)," komentar warganet lainnya.

Anak Gajah Mati

Usai dua hari menjalani perawatan medis, anak gajah Sumatra yang belalainya nyaris putus terkena jerat, akhirnya mati. (Liputan6.com/ BKSDA Aceh))
Usai dua hari menjalani perawatan medis, anak gajah Sumatra yang belalainya nyaris putus terkena jerat, akhirnya mati. (Liputan6.com/ BKSDA Aceh))

Sebelumnya, seekor anak gajah Sumatera mati saat menjalani perawatan di Pusat Latihan Gajah (PLG) di Saree, Aceh Besar, Selasa, 16 November 2021. Anak gajah tersebut mati akibat terkena jerat pada bagian belalainya.

"Dia (gajah) tidak bisa bertahan. Petugas medis sudah berupaya maksimal untuk mengobati luka yang terdapat pada belalai gajah tersebut," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, dikutip dari VOA Indonesia, Rabu, 17 November 2021.

Anak gajah berjenis kelamin betina berusia sekitar satu tahun itu sempat diselamatkan pada Minggu, 14 November 2021. Usai diselamatkan anak gajah tersebut mendapatkan penanganan medis akibat luka parah pada bagian tengah belalainya.

Infografis Akhir Tragis Anak Gajah Usai Belalai Nyaris Putus Terkena Jerat

Infografis Akhir Tragis Anak Gajah Usai Belalai Nyaris Putus Terkena Jerat. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Akhir Tragis Anak Gajah Usai Belalai Nyaris Putus Terkena Jerat. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel