Tanda-tanda Pelatih Juventus Frustrasi dan Menyerah: Banting Jaket, Makin Berat Jadi Juara Liga Italia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, memperlihatkan tanda-tanda frustrasi saat timnya dibekuk Verona 1-2 di Marcantonio Bentegodi, Sabtu (30/10/2021) malam WIB pada pekan ke-11 Serie A 2021/2022.

Akibat kekalahan ini, Juventus makin terbenam. Si Nyonya Tua di posisi ke-8 klasemen sementara dengan 15 poin.

Frustrasi Allegri di pinggir lapangan terlihat jelas, terutama ketika menit-menit terakhir. Ia melepas mantelnya dan melemparkan ke tanah.

“Ini bukan motivasi, hanya saja kesempatan pertama kami kebobolan. Itu bukan kebetulan, ini tentang sikap dan kami harus kembali ke sikap yang kami miliki di awal musim" katanya.

“Pada saat ini, semuanya terlihat negatif, tetapi kami harus berpikiran jernih, menganalisis apa yang berhasil dan apa yang tidak, melihat siapa yang kurang lebih lelah dan dapat membantu.”

Juventus berada di posisi ke-8 dan berjarak 13 poin dari pemuncak klasemen, Allegri pun terkesan menyerah.

“Tidak ada yang bisa kami katakan sekarang, kami hanya perlu diam dan bekerja keras untuk membuktikan diri di lapangan. Scudetto? Nah hari ini hampir merupakan langkah terakhir untuk itu," kata Allegri.

Fakta-fakta

Juventus harus menelan pil pahit kala bertamu ke markas Hellas Verona di Marcantonio Bentegodi pada laga pekan ke-11 Serie A 2021/2022, Sabtu (30/10/2021). Alvaro Morata dan kawan-kawan menyerah dengan skor 1-2. (AFP/Marco Bertorello)
Juventus harus menelan pil pahit kala bertamu ke markas Hellas Verona di Marcantonio Bentegodi pada laga pekan ke-11 Serie A 2021/2022, Sabtu (30/10/2021). Alvaro Morata dan kawan-kawan menyerah dengan skor 1-2. (AFP/Marco Bertorello)

Ini memang bukan awal terburuk yang pernah dialami Juventus di Serie A, tetapi mereka tidak pernah berhasil lebih baik dari posisi keempat setelah kalah empat kali dari 11 laga awal musim.

Selain itu, situasi ini adalah awal yang sama seperti kampanye pada tahun 1941/1942, 1968/1969 dan terakhir pada 1970/71.

Ini bahkan bukan awal terburuk Juventus, karena mereka sudah mengalami empat kekalahan pada pekan 10 1961/1962, pekan 9 1938/1939 dan sekali lagi pada 1987/1988.

Catatan paling suram adalah empat kekalahan dalam delapan pertandingan dalam awal kampanye 1948/1949, namun Juventus bangkit untuk mengamankan posisi keempat. Tapi, perlu dicatat saat itu Serie A masih memakai sistem di mana tim menerima dua poin untuk kemenangan dan satu untuk hasil imbang.

Rapor Buruk

Tuan rumah mencetak dua gol melalui Giovanni Simeone. Sementara Juventus cuma bisa membalas melalui sepakan Weston McKennie. (Paola Garbuio/LaPresse via AP)
Tuan rumah mencetak dua gol melalui Giovanni Simeone. Sementara Juventus cuma bisa membalas melalui sepakan Weston McKennie. (Paola Garbuio/LaPresse via AP)

Juventus telah kebobolan 15 gol dalam 11 laga. Ini merupakan catatan terburuk mereka sejak 1961/1962. Pada musim itu, Si Nyonya Tua finis di posisi ke-12 di papan atas klasemen.

Bianconeri menderita kekalahan 1-2 kedua berturut-turut. Sebelumnya, mereka keok dari Sassuolo.

Juventus kini berada di posisi 8 dengan 15 poin. Mereka disalip Verona yang mengemas poin sama. Juventus pun makin sulit untuk bersaing memperebutkan Scudetto.

Mereka kini terpaut 13 poin dari pemimpin klasemen, Napoli dan AC Milan.

Pasukan Max Allegri sama buruknya di lini depan. Mereka hanya mencetak 15 dalam 11 pertandingan, selisih gol saat ini 0.

Sumber: Football Italia

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel