Tanda-tanda Sleep Apnea pada Anak dan Balita

Fimela.com, Jakarta Sleep apnea adalah gangguan tidur umum dan berpotensi serius di mana pernapasan berulang kali terganggu saat sedang tidur. Jika tidak diobati, sleep apnea dapat berkontribusi pada diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, mungkin juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke dan serangan jantung. Sleep apnea dapat memengaruhi balita, anak-anak dan orang dewasa. Meski pun beberapa gejala yang diidentifikasi berbeda tergantung pada usia. Berikut ini yang perlu diketahui tentang tanda dan gejala sleep apnea pada anak-anak.

Tanda-tanda Sleep Apnea pada Anak-anak

Menurut Jhons Hopkins Meicine, 10%-20% anak-anak yang mendekur mungkin menderita sleep apnea. Secara keseluruhan, sekitar 3%  anak-anak menderita sleep apnea. Banyak anak dengan sleep apnea yang tidak diobati memiliki masalah perilaku, adaptif dan belajar, yang mungkin mirip dengan gejala ADHD seperti kesulitan belajar, rentan perhatian yang buruk, dan kinerja buruk saat di sekolah. Berikut ini tanda-tanda peringatan sleep apnea pada anak.

  • Pernapaasan melali mulut (saat bangun dan tidur)
  • Mengompol
  • Kantuk di siang hari
  • Pernapasan berhenti saat tidur

Tanda-tanda Sleep Apnea pada Balita

Jika menurut Mom si kecil mungkin memiliki gangguan tidur, sebaiknya kenali tanda-tanda sleep apnea ini pada balita saat mereka sedang tidur.

  • Mendekur dan kesulitan bernapas
  • Kegelisahan
  • Batuk atau tersedak
  • Berkeringat deras

Selain melihat tanda-tanda sleep apnea saat tidur, Mom juga bisa mengenali tanda-tandanya saat si kecil sedang terjaga.

  • Mudah tersinggung marah dan frustasi
  • Tertidur pada waktu yang tidak tepat
  • Masalah kesehatan terkait tonsil dan adenoid
  • Tumbuh lebih lambat dari yang seharusnya (tinggi dan berat badan)

Kapan Harus ke Dokter?

Ilustrasi anak ke dokter/copyright shutterstock

Jika memiliki tanda-tanda peringatan sleep apnea, diskusikan gejalanya dengan dokter. Mereka mungkin memiliki beberapa saran yang disesuaikan dengan situasi spesifik atau mereka mungkin merekomendasikan ke dokter spesialis. Dokter biasanya melakukan studi tidur atau ploysomnogram, untuk membantu mendianosis sleep apnea. Tes ini memonitor banyak hal seperti gelombang otak, gerakan mata, pernapasan, dan kadar oksigen dalam darah. Suara mendekur dan terengah-tengah serta berhenti bernapas saat tidur, juga akan diukur.

Jika anak menujukkan tanda-tanda yang menunjukkan sleep apnea, diskusikan kekhawatiran dengan dokter anak. Setelah diagnosis, dokter anak harus memiliki sejumlah saran mengenai perawatan. Seringkali mereka merujuk ke dokter otolaryngologist yaitu spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) untuk melihat apakah mengeluarkan amandel dan kelenjar gondok dapat mengatasi masalah tersebut.

Jika melihat tanda-tanda sleep apnea pada anak, tinjau pengamatan Mom dengan dokter anak. Diagnosis mereka akan mencakup dampak dari berat badan balita dan potensi alergi pada tidur mereka. Setelah memeriksa jalan napas bagian atas balita, dokter dapat merujuk ke dokter spesialis paru atau ahli THT. Menghilangkan amandel dan adenoid balita bisa menjadi rekomendasi yang diberikan oleh dokter.

Sleep apnea lebih umum dari yang dikira. Dan itu tidak hanya terbatas pada orang dewasa. Jika anak atau balita menunjukkan tanta-tanda sleep apnea, ada risiko konsekuensi kesehatan yang serius. Buat janji dengan dokter untuk membahas masalah, gejala dan potensi perawatan.

#Changemaker