Tangani COVID-19, Bupati Blora Berburu Oksigen Sampai Gresik

·Bacaan 1 menit

VIVA - Kabupaten Blora menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang masuk zona merah COVID-19. Pemda setempat terus berjibaku menangani pasien.

Bahkan Bupati Blora Arief Rokhman sampai berburu oksigen sampai ke Gresik untuk memastikan stok oksigen di rumah sakit yangbada di Blora aman.

"Saya akui memang oksigen sempat menipis. Saya hubungi (produsen) di Gresik karena kerja kebetulan dekat supaya segera dipasok,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah Bupati Blora dalam menangani COVID-19 di daerahnya.

"Blora menurut saya bisa kita dijadikan contoh. Kemarin ada problem soal oksigen pak Bupati langsung telpon Gresik menggunakan channel sendiri, ini berinisiatif. Dibantu 2,5 ton sudah deliver,” kata Ganjar saat kunjungan kerja ke Blora, Kamis, 24 Juni 2021.

Baca juga: Tabung Oksigen Diburu karena Lonjakan COVID-19, Kemenperin: Stok Aman

Dalam kunjungan tersebut, ia menengok isolasi mandiri di Kelurahan Cepu. Dari sana, Ganjar menuju ke Hotel Mega Bintang yang dijadikan temp+at isolasi terpusat. Dari total 100 kamar, hotel tersebut terisi 30-an pasian COVID-19 dengan gejala ringan.

Ia bersama rombongan Forkopimda Kabupaten Blora kemudian menuju ke RSUD dr Soetijono untuk memastikan kesiapan tempat tidur serta ketersediaan oksigen.

Direktur RSUD Soetijono Blora, Nugroho Adiwarso, menyatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan penambahan tempat tidur untuk pasien COVID-19 agar mencapai 85 hingga 90.

"BOR saat ini 80 persen. Kita sudah siapkan penambahan tempat tidur di tenda, termasuk merekrut relawan dari mahasiswa tingkat akhir," katanya.

Kepada Bupati dan Direktur RSUD, Ganjar mengatakan akan terus support dari provinsi.

"Bagaimana membantu dokternya. Nah cara-cara ini menurut saya bisa digunakan sebagai satu bentuk antisipasi,” kata Ganjar.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/ tvOne

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel