Tangani COVID-19, Kejati DKI Kerahkan Mobil Barang Bukti dan Tahanan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Asri Agung Putra mengatakan, pihaknya mengerahkan mobil barang bukti dan tahanan milik Kejati sebagai bantuan kemanusiaan dalam penyelamatan warga yang sakit karena terpapar COVID-19.

Agung menuturkan, mobil itu digunakan mengangkut tabung oksigen guna membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani masalah pandemi COVID-19. Terutama pasien COVID-19 di rumah sakit di Ibu Kota.

“Terima kasih telah memberikan kami kesempatan ruang dan waktu untuk berkontribusi. Kami tidak punya apa-apa, sedikit mobil tahanan dan mobil barang bukti yang ada di hadapan ini mau kami manfaatkan untuk berkontribusi untuk kepentingan kemanusiaan,” kata Agung di Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021.

Lebih lanjut, Agung menginstruksikan jajarannya di lima wilayah agar mendukung suplai tabung oksigen ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan. Agung mempersilakan pihak rumah sakit maupun aparatur Pemkot setempat untuk langsung menghubungi Kejari di wilayah masing-masing jika membutuhkan armada suplai tabung oksigen.

“Tolong disertakan nomor hand phone Kejari, ini dibutuhkan terkait distribusi tabung gas, silakan dikontak. Bapak/Ibu bisa menggunakan untuk menghubungi kawan-kawan di Kejari. Saya sudah mintakan pada Kejari Jaksel termasuk empat Kejari lainnya melakukan hal serupa, mobil tahanan dan mobil barbuk (barang bukti) ini bisa dimanfaatkan guna membantu distribusi kelancaran suplai oksigen,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali yang hadir dalam pelepasan armada pelayanan isi ulang tabung oksigen di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengapresiasi dan menyambut baik dukungan dari Kejati DKI Jakarta. Mengingat suplai tabung oksigen sangat diperlukan di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang kembali melonjak.

“Saya berterima kasih, hari ini secara nyata kontribusi itu ditunjukkan dalam bentuk pemberian manfaat dari mobil-mobil yang dimiliki kejaksaan untuk bisa ikut serta mendistribusikan mengantar jemput dari tabung-tabung oksigen,” ujar Marullah.

Direktur RSUD Pasar Minggu, Yudi Amiarno mengatakan, ketersediaan tabung oksigen sangat dibutuhkan oleh pasien yang ada di IGD. Pasalnya, oksigen liquid yang tersedia sekarang dikhususkan untuk pasien yang sedang menjalani rawat inap di RSUD Pasar Minggu.

“Tabung ini untuk pasien-pasien di IGD, karena di situ numpuk pasiennya sehingga melebihi oksigen liquid yang didistribusikan ke pasien rawat inap yang melalui dinding, jadi kita harus siapkan tabung portable. Itu yang kita harus jemput bola ke agennya untuk isi ulang. Dulu agen masih bisa antar ke sini, sekarang tidak bisa lagi, harus kita ambil ke sana,” ujar Yudi.

Yudi mengatakan, pengisian ulang tabung oksigen RSUD Pasar Minggu diarahkan ke agen yang bertempat di Marunda dan Pulogadung. Menurut Yudi, kebutuhan tabung oksigen di RSUD Pasar Minggu sebanyak 20 tabung berkapasitas enam meter kubik per harinya. Dengan adanya dukungan armada ini sangat membantu pihaknya dalam mempercepat pengiriman dan pengisian ulang untuk kebutuhan tabung oksigen di RSUD Pasar Minggu.

“Bisa 20 tabung berukuran enam meter kubik per hari. Karena itu hanya bertahan tiga sampai empat jam satu pasien, sehingga mesti cepat sekali refill-nya. Ini sangat membantu sekali walaupun akhirnya tetap tergantung di lokasi pengisian kalau antrenya panjang kembali ke sininya lama,” katanya.

Baca juga: Waspada, Kasus COVID-19 di Luar Jawa-Bali Terjadi Kenaikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel