Tangani Pandemi Covid-19, Pemerintah Rem dan Gas antara Kesehatan dan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah tengah berusaha menjaga keseimbangan "rem dan gas" yaitu menyeimbangkan antara penanganan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Raden Pardede.

"Strategi keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi adalah satu strategi yang diambil oleh pemerintah. Satu tahun sudah kita hidup bersama pandemi sejak kasus pertama resmi diumumkan pada 2 Maret 2021," kata Raden dalam webinar Indonesia Sehat dan Maju: Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi pada Rabu (10/3/2021).

Mengingat pandemi Covid-19 ini tidak akan berhenti dalam waktu singkat, maka pemerintah harus terus memastikan perekonomian berjalan. Hal ini, kata Raden, yang membuat pemerintah tidak bisa menerapkan total lockdown dalam jangka lama.

Oleh sebab itu, menurutnya, pemerintah mengambil jalan tengah untuk menyeimbangkan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Strategi pemerintah ini juga dilakukan untuk memastikan kelompok masyarakat yang memang harus bekerja setiap hari tetap bisa melanjutkan kehidupannya.

"Jadi memang tetap kita harus memperhitungkan bagaimana penghidupan mereka. Sehingga keseimbangan antara penanggulangan Covid-19 atau kesehatan dengan pemulihan ekonomi itu memang kita ambil dengan analogi pedal dan rem," ungkap Raden.

Diungkapkannya, penanganan pandemi di Indonesia perlahan sudah menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data terbaru pada Maret 2021, dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus antara 5.000 hingga 6.000, dari yang sebelumnya mencapai 14.500.

"Namun kita belum puas dengan ini dan kita terus memperbaikinya. Kita terus melakukan perbaikan-perbaikan, serta protokol kesehatan Covid-19 masih tetap dilakukan termasuk dengan bantuan aparat keamanan dan 3T (Tracing, Testing, Treatment)," tuturnya.

Pemerintah Harap Herd Immunity Covid-19 Terbentuk Akhir 2021

Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Kegiatan yang digelar Kemenkes dan Pemprov DKI tersebut sebagai upaya percepatan vaksinasi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Kegiatan yang digelar Kemenkes dan Pemprov DKI tersebut sebagai upaya percepatan vaksinasi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyebut, kunci utama dalam penanganan pandemi Covid-19 yakni membangun rasa aman kepada masyarakat hingga pelaku usaha. Sebab dengan rasa aman, aktivitas ekonomi akan berjalan dengan biasanya.

"Tanpa ada rasa aman, kita kasih insentif dalam bentuk apapun akan sulit mendorong mereka," kata dia dalam dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Peluncuran Peta Okupansi Nasional Bidang Logistik dan Supply Chain, di Kantornya, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Dia menyadari, berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selama satu tahun pandemi Covid-19 masih belum membuahkan hasil. Nyatanya, sebagian masyarakat masih merasa takut dan khawatir terhadap virus asal China tersebut.

"Kita evaluasi satu tahun jalani masa pandemi, semua kebijakan program sudah kita gulirkan tapi pada akhirnya kunci utama bagaimana membangun rasa aman kepada masyarakat dan pelaku ekonomi," jelas dia.

Dia menambahkan, kedatangan vakskin kedua dari AsraZeneca diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga aktivitas ekonomi akan kembali, dan melanjutkan tren pemulihan yang tengah berlangsung.

"Tadi malam kita sudah datang lagi vaksin kedua AstraZeneca, kita butuh 426,8 juta dosis mudah-mudahan target kita sampai akhir tahun vaksinasi selesai, Herd Immunity atau kekebalan komunal akan terbentuk," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: