Tangerang Initiative diharapkan jadi contoh bagi delegasi PEMSEA PNLG

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar berharap program Tangerang Initiative dalam penataan wilayah pesisir pantai di daerahnya itu diharapkan menjadi contoh bagi delegasi dari negara-negara anggota PEMSEA Network of Local Governments PNLG 2022.

"Tangerang Initiative ini poin-poinnya sudah disepakati, dan mudah-mudahan ini bisa menjadi percontohan bagi seluruh anggota PEAMSI PNLG yang hadir secara langsung maupun secara online," ucap Bupati Zaki dalam jumpa pers di Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan, bahwa Tangerang Initiative ini merupakan salah satu program pemerintah daerah dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, perlindungan terhadap lingkungan hidup, kebersihan laut dan juga ekosistem serta infrastruktur di kawasan pesisir pantai.

"Selain itu, pada program tersebut juga melingkupi penanganan kawasan padat kumuh/miskin," katanya.

Baca juga: Delegasi PNLG tanam bibit mangrove di pesisir Kabupaten Tangerang

Baca juga: Delegasi PEMSEA PNLG kunjungi kawasan PIK 2 Tangerang

Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang secara konsisten telah membangun semua sarana dan prasarana di wilayah pesisir khususnya di Kecamatan Mauk, mulai dari rehabilitasi berat seperti Puskesmas Kecamatan Mauk, pasar, stadion mini, dan gedung sekolah.

Selain itu, Pemkab juga melakukan realokasi dan merehabilitasi kawasan kumuh miskin di Ketapang, dan perbaikan infrastruktur dari kawasan tempat pelelangan ikan dan pendaratan perahu bagi masyarakat.

"Pihak swasta menata pesisir pantai yang tadinya tambak tidak produktif, daerah kawasan kumuh cenderung miskin, dan juga kecamatan yang tingkat pengangguran tertinggi di Kabupaten Tangerang, yaitu Kosambi, Teluknaga, dan Pakuhaji," ungkapnya.

Ia menyatakan dalam mewujudkan program Tangerang Initiative ini, bekerjasama dengan program pemerintah pusat, seperti dari PUPR, KKP, KLHK, termasuk Pemprov Banten selama kurun waktu tiga sampai empat tahun untuk penataan infrastruktur dengan menghabiskan biaya sebesar Rp44 miliar.

"Konservasi mangrove di Ketapang dimulai sejak 2014, bisa dilihat mangrove di sini tumbuh kembang sangat luar biasa. Ternyata mangrove ini menjadi salah satu ikon baru untuk kegiatan pembangunan pesisir pantai dari dalam program-progran PEMSEA," ungkap dia.

Sebelumnya, sejumlah delegasi Forum Partnerships in Environmental Management for The Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PNLG) berkunjung ke Ketapang Urban Aquaculture di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Kemudian, para peserta dari delegasi negara-negara mengunjungi Ketapang Urban Aquaculture, kawasan konservasi mangrove dan ekowisata aquaculture. Kunjungan ini adalah bagian dari PNLG Forum 2022 yang digelar pada 25-29 Oktober 2022.*

Baca juga: KLHK: Empat provinsi di Indonesia miliki kualitas air tinggi

Baca juga: Menteri LHK: Ekonomi biru jadi tantangan baru masa depan