Tangerang Masuk Wilayah Uji Coba Implementasi Protokol Kesehatan, Mal Bersiap Buka

·Bacaan 1 menit
Pengunjung dan juga pegawai mal wajib mengunduh aplikasi Pedulilindungi sebagai proses skrining saa mal di Kota Tangerang kembali dibuka. (Foto:Liputan6/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah pusat menunjuk Kota Tangerang sebagai salah satu wilayah uji coba implementasi protokol kesehatan, pusat perbelanjaan pun diperbolehkan buka dengan ketentutan tertentu. Salah satunya mal.

"Kota Tangerang menjadi salah satu daerah yang menjadi uji coba implementasi protokol kesehatan, maka itu diizinkan untuk buka (mal) mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB, dengan kapasitas 50 persen dan protokol kesehatan yang ketat," tutur Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Rabu (18/8/2021).

Salah satu ketentuannya antara lain, sebelum masuk ke mal, para pengunjung dan pegawai wajib mengunduh aplikasi Pedulilindungi sebagai proses skrining.

"Menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk proses skrinning, pegawai maupun pengunjung. Dan usia di bawah 12 tahun tidak diperkenankan masuk," jelas Arief.

Pengunjung pun diperbolehkan makan di restoran di dalam mal, namun dengan kapasitas 25 persen atau satu meja maksimal dua orang.

Titik QR Code untuk Scan Aplikasi Pedulilindungi

Sementara itu, pengelola mal yang berada di Kota Tangerang sudah mulai berbenah untuk penerapan ketentuan yang wajib dilakukan selama kebijakan operasional mal diperbolehkan.

Salah satunya penempatan titik QR Code untuk proses scan aplikasi Pedulilindungi.

"Untuk di Tangcity Mall sendiri kita punya 21 gate atau pintu masuk. Jadi sebanyak itu juga ditempatkan papan QR Code, semuanya sudah selesai. Sehingga untuk masuk ke dalam mal, wajib sudah divaksin," ungkap Media Relations Tangcity Mall, Intan Amallia.

Rencananya, mal tersebut akan mulai beroperasi, pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel