Tanggal Favorit Mudik Lebaran Tahun Ini

TEMPO.CO, Bandung--Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia, Daerah Operasi II Bandung mengatakan, tiket kereta api untuk perjalanan mudik Lebaran mulai tanggal 3 Agustus 2013 sampai tanggal 7 Agustus 2013 yang paling banyak diburu."Untuk kereta ekonomi, tiketnya sudah habis," kata dia pada Tempo, Senin 13 Mei 2013.

Menurut dia, sepekan ini, pembelian tiket kereta untuk mudik masih didominasi untuk kereta kelas ekonomi. Pemudik yang kehabisan tiket di tanggal favorit itu, mulai merambah membeli tiket perjalanan kereta ekonomi di luar tanggal itu untuk perjalanan mudik Lebarann nanti. Sebagian bahkan memilih membeli tiket untuk perjalanan kereta justru di Hari Lebaran.

Bambang mencontohkan, pembeli tiket untuk perjalanan kereta jelang Lebaran tanggal 8-9 Agustus 2013 nanti, mulai mengincar penjualan tiket kereta ekonomi untuk perjalanan tanggal 2 Agustus 2013. Kereta ekonomi untuk perjalanan arah timur Stasiun Bandung di tanggal itu, terus merangkak naik berkisar antara 39 eprsen sampai 100 persen. "Kecuali untuk tanggal 1 Agustus 2013, masih kosong," kata dia.

Menurut dia, pemesan tiket kereta mudik untuk kursi kelas bisnis dan eksekutif juga mulai merangkak. Dia menduga, masyarakat mendahulukan membeli tiket kereta ekonomi untuk perjalanan hari tertentu sebelum terpaksa membeli tiket kereta kelas bisnis dan eksekutif.

Bambang mengatakan, khusus kereta jarak jauh dari Bandung untuk kelas bisnis dan eksekutif, yang terjual paling tinggi, untuk perjalanan kereta tanggal 2-3 Agustus 2013, atau H-6 dan H-5 sebelum Lebaran. Dua kereta komersial favorit yang paling banyak terjual tiketnya di tanggal itu, adalah Kereta Harina tujuan Surabaya lewat Cirebon, serta Kereta Malabar tujuan Malang, Mutiara Selatan tujuan Surabaya, Lodaya Pagi serta Lodaya Malam tujuan Surabaya. "Penjualan tiketnya antara 90 persen sampai 100 persen," kata dia.

Sementara untuk perjalanan kereta di luar tanggal 2-3 Agustus, untuk kereta komersial jarak jauh penjualannya umumnya masih di bawah 50 persen. "Kecuali Argo Wilis dan Turangga itu paling top baru 51 persen tiketnya terjual untuk perjalanan tanggal 6 Agustus 2013. Lainnya masih di bawah itu," kata Bambang.

Bambang menyarankan, bagi calon pemudik yang hendak membeli tiket kereta untuk mudik, agar memanfaatkan jasa pembelian tiket tidak di stasiun kereta. Dia beralasan, karena dinamisnya penjualan tiket kereta, waktu pembelian bisa terbuang percuma jika memaksa memblinya di stasiun. "Supaya tidak repot-repot datang ke stasiun, bisa menggunakan channel eksternal untuk mengecek," kata dia sambil menyebutkan sejumlah nama waralaba yang bekerjasama dengan PT Kereta Api untuk menjual tiket.

Dia juga menyarankan, bagi peminat tiket mudik kereta komersial, non-ekonomi, agar membelinya tiketnya saat penjualannya belum melonjak karena harga tiketnya masih di harga normal. Bambang beralasan, saat pemesan membludak, pihaknya bisa menaikkan harga tiketnya. "Bisa saja duduknya sebelahan, tapi harga tiketnya berbeda," kata Bambang.

Soal tiket kereta ekonomi tambahan untuk mudik nanti, Bambang mengatakan, menunggu pembahasan rencana operasi Lebaran, yang akan diputuskan sebulan sebelum Hari Raya Lebaran. Menurut dia, penjualan tiket kereta saat ini menjadi bahan evaluasi untuk menyusun rencana operasi angkutan kereta jelang Lebaran nanti. Cek info tiket kereta dan mudik di sini.

AHMAD FIKRI

Topik Terhangat

PKS Vs KPK | Edsus FANS BOLA | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Baca juga:

Intimidasi Aparat ke Buruh Panci versi KontraS

Ini Peran Baru Juru Parkir Pasar Baru

Perubahan Musim, Bogor Hujan Sampai Juni

Buruh Pabrik Panci Takut Lihat Aparat Berseragam

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.