Tanggap darurat bencana gempa Mamuju ditutup

Tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,8 di Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) dinyatakan telah ditutup pemerintah setempat.

"Saya selaku Komandan Korem (Danrem) 142 Taroada Tarogau (Tatag) mewakili Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik menyatakan pelaksanaan tanggap darurat gempa Sulbar, ditutup," kata Danrem 142 Tatag Mamuju, Brigjen TNI Farouk Pakar di Mamuju, Selasa.

Pemerintah Sulbar sebelumnya telah menetapkan masa tanggap darurat gempa Mamuju selama tujuh hari, mulai tanggal 8 Juni atau sejak gempa terjadi sampai dengan 14 Juni 2022.

Menurut dia, bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene telah mengakibatkan kerugian materiil dan korban luka.

Baca juga: Sulbar terima bantuan gempa dari TNI AL

Baca juga: KRI Makassar 590 distribusikan bantuan korban gempa di Mamuju

Selain itu mengakibatkan pengungsian ribuan jiwa masyarakat Mamuju dan Majene.

Ia mengatakan walaupun terdapat permasalahan penanganan gempa Mamuju dan dianggap belum maksimal, diharapkan akan menjadi pelajaran untuk lebih baik di masa mendatang.

Gubernur Sulbar, Akmal Malik mengapresiasi kerja keras dan semangat yang tinggi yang ditunjukkan Danrem 142 Tatag selaku Komandan Satgas penanggulangan bencana gempa Sulbar.

Selain itu, dia juga mengapresiasi personil Polri dan jajaran pemerintah Provinsi Sulbar serta pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene dalam penanganan gempa bumi ini.

Ia menyampaikan, agar dalam pemulihan pasca bencana gempa bumi di Sulbar, tetap diperlukan peran dan dukungan dari berbagai pihak, sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Berdasarkan data pemerintah gempa M 5,8 mengakibatkan sebanyak 17 warga mengalami luka berat ringan dan sedang, selain itu 75 rumah warga mengalami kerusakan di Kabupaten Mamuju dan Majene.

Gempa itu juga mengakibatkan 15.659 jiwa mengungsi, yakni di Kabupaten Mamuju sebanyak 8.159 jiwa dan di Kabupaten Majene 7.500 jiwa

Selain itu merusak satu unit sarana rumah ibadah dan empat unit bangunan milik pemerintah Sulbar serta kantor PLN Mamuju.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis titik gempa Mamuju berlokasi di laut pada jarak 26 kilometer dari Kota Mamuju pada kedalaman 10 kilometer, episentrum gempa berada pada koordinat 2,77 lintang selatan dan 118,56 bujur timur.*

Baca juga: Ada senyum di balik bencana Mamuju

Baca juga: Gempa Mamuju, Pemprov Sulbar diminta percepat pendataan rumah rusak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel