Tanggapan KOI Atas Keluarnya Keppres Panitia Bidding Olimpiade 2032

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden National Olympic Committee (NOC) atau Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menyambut positif Keputusan Presiden (Keppres) nomor 9 tahun 2021 yang diterbitkan Presiden Joko Widodo tentang panitia pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 pada Rabu 21 April 2021.

Bagi Okto, Keppres ini memudahkan pihaknya untuk berkoordinasi dengan lembaga atau kementerian yang dibutuhkan untuk menyukseskan bidding Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

“Kenapa Keppres selama ini kami tunggu? Karena dengan adanya Keppres jadi ada landasan hukum bagi kami melakukan koordinasi dengan lintas Kementerian. Dari kemarin kan kami bingung mau bergerak karena tidak ada dasarnya, bagaimana caranya kita mengumpulkan kementerian kalau tidak ada Keppres,” kata Okto di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Jumat 23 April 2021.

“Kalau sekarang clear, kami sudah direstui, sudah resmi dari pemerintah dari presiden bahwa ini bisa dilakukan dengan semua kementerian dengan begitu kami bisa mengoptimalkan kinerja kami, tapi kami juga tidak datang tangan kosong, materi kami sudah siap,” jelasnya.

Sebagai pengingat, Indonesia langsung mendeklarasikan niatnya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 setelah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018 silam. Pernyataan itu diungkapkan pada saat upacara penutupan Asian Games 2018 oleh Presiden Joko Widodo di depan Presiden IOC Thomas Bach.

Setelah itu, NOC Indonesia langsung bergerak mewujudkan impian tersebut. Perkembangan terakhir, NOC Indonesia telah melakukan pembicaraan tertutup dengan IOC pada Desember 2020 dan awal Februari lalu.

Mereka memaparkan proposal konsep penyelenggaraan di depan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan yang diketuai Kristin Kloster Aasen. Untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, Indonesia bersaing ketat dengan Australia.