Tanggapan Kurir Terhadap Video Viral Emak-emak Memaki Kurir COD

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasca Hari Raya Idul Fitri setelah saling bermaafan, rasa ketupat dan opor pun masih berbekas di lidah, beredar video seorang emak-emak memaki kurir karena menolak paket Cash On Delivery (COD) yang dianggap tidak sesuai di media sosial.

Video tersebut diunggah salah satu akun gosip pada hari Sabtu (15/8) dan sudah disaksikan lebih dari 6 juta kali. Kolom komentar diserbu netizen yang ikut geram. Terdapat lebih dari 127 ribu komentar netizen di postingan itu.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

“Abangnya yg dimaki-maki, gw yg sakit hati. Astagfirullah..,” tulis akun @ronigunnawann_12 yang komentarnya disukai oleh 50 ribu orang.

Saya berkesempatan berbincang dengan Verdian Bayu Ardiyanto, kurir salah satu ekspedisi pada Selasa (18/05) melalui panggilan whatsapp. “Saya sebagai kurir merasa kesal banget, Mas. Dia enggak seharusnya memperlakukan kurir seperti itu,” ujarnya saat diminta tanggapan terkait video tersebut.

Menurutnya, apabila konsumen mengalami ketidaksesuaian pesanan seperti itu, barangnya diterima dan tetap dibayar, komplain bisa diajukan melalui mekanisme yang sudah diatur di masing-masing marketplace. Kurir hanya bertugas mengantar barang, tidak bertanggungjawab atas kualitas produk yang dikirimkan.

Pria yang sudah dua tahun menjadi kurir ini mengaku dalam sehari bisa mengantar lebih dari 100 paket. Seluruh paket yang dibawa harus dijaga dan dikirim dengan hati-hati. Jika salah kirim atau hilang, kurir yang bertanggungjawab atas kekhilafan tersebut. Salah satu bentuk tanggung jawabnya adalah ganti rugi.

“Selama jadi kurir, kendala terbesar yang dihadapi yaitu saat hujan turun. Sebisa mungkin harus memastikan supaya paket enggak basah. Biasanya suka ada penerima yang marah kalau paketnya basah, meskipun sudah dijelasin keadaanya habis hujan,” kata Verdian.

Hidup selalu penuh dengan suka dan duka. Begitu pula perjalanan Verdian sebagai kurir. Walaupun kerap mendapat pengalaman yang tidak mengenakan, ada juga pengalaman unik yang sangat berkesan baginya.

Peristiwa ini terjadi dua tahun lalu, saat Verdian baru memutuskan alih profesi dari ojek online menjadi kurir ekspedisi. Saat menjemput paket, seorang penjual menyelipkan amplop di atas barang yang akan dikirim. Awalnya ia pikir isinya berupa uang tunai. Setelah si penjual pergi, ia langsung membuka amplot tersebut dengan penasaran.


“Isinya sebuah kertas bertuliskan semangat buat bapak kurirnya menjalankan ibadah puasanya,” kisah Verdian.

Saya percaya bahwa setiap profesi memiliki hikmah dibalik pekerjaan yang dilakukan. Menurut Verdian, hikmah yang bisa dipetik dari profesi kurir yaitu bisa hafal banyak tempat, mendapat kenalan baru, dan bisa mengetahui berbagai karakter orang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel