Tanggapi Aduan Pedagang ke Jokowi, Kejari Bogor Bantah Ada Pungli

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat aduan warga bernama Kurnialih dan Rahman, tentang pamannya yang ditangkap polisi lantaran melawan tindakan pungutan liar (pungli) di Pasar Bogor.

Aduan itu disampaikan dua orang pedagang buah di Pasar Bogor, pada Kamis (21/4) lalu. Pedagang buah mengadu ke Jokowi mengenai pamannya Ujang Sarjana yang kini sedang menjalani persidangan.

Namun aduan mengenai pungli yang disampaikan ke Jokowi itu, ditepis oleh Kejaksaan Negeri Kota Bogor. Korps Adhyaksa menilai Ujang Sarjana telah melakukan tindak pidana murni, dengan melakukan pengeroyokan dan penganiayaan.

"Dari apa yang dikatakan ada pungli sebagai pemicu itu tidak ada. Terdakwa juga telah melakukan praperadilan, namun dimenangkan Polresta Bogor Kota sebagai tergugat," kata Kepala Kejari Kota Bogor Sekti Anggraeni, Sabtu (23/4).

Kata dia, berdasarkan hasil penelitian dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Bogor, perkara tersebut telah memenuhi syarat formil dan materiil sehingga layak diajukan ke persidangan.

"Persidangan saat ini sudah sampai di pembacaan dakwaan dan JPU," kata Sekti.

Sebelumnya, kedua pedagang ini menyampaikan ke presiden tentang pamannya, Ujang Sarjana yang ditangkap polisi karena mereka menganggap sang paman melawan tindakan pungutan liar.

Kurnialih dan Rahmah sejari-hari berjualan buah di Jalan Bata, Pasar Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Dia mengungkapkan, alasan mengadu ke Jokowi karena tidak tahu lagi harus meminta tolong kepada siapa.

"Kemarin saya pulang dari persidangan dan baru tahu kalau mau ada Jokowi, karena semua sudah dirapihin tuh yang biasa dipakai untuk parkir jadi jualan makanan. Pas saya panggil Alhamdulillah Pak Jokowi nengok terus saya sampaikan saja," kata Kurnialih, Jumat (22/4).

Dia juga mengakui telah berbuat banyak untuk membela pamannya itu, seperti meminta bantuan pengacara dan lain sebagainya. "Nah kebetulan ada presiden. Spontan saja saya ngadunya. Soalnya bingung mau ke siapa lagi," kata dia.

Dia juga mengakui, Jokowi hanya menyampaikan agar masalah ini diselesaikan. "Pak Jokowi bilang harusnya langsung diberesin. Terus nyuruh Kapolda agar ini diurusin. Saya sih maunya paman saya dibebasin," kata Kurnialih.

Namun fakta berbeda diungkapkan polisi. Ujang terlibat dalam peristiwa pengeroyokan. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, ada dua korban dalam kasus ini. Yakni Andriansyah dan Agus Susanto yang dikeroyok Ujang dan temannya pada Jumat, 26 November 2021 sekitar pukul 02.30 WIB.

"Saat itu korban sedang berjualan ditegur oleh tersangka dalam hal ini adalah Ujang Sarjana. Kemudian Ujang melakukan pengeroyokan bersama terhadap kedua korban," kata Susatyo saat dihubungi, Jumat (22/4).

Menurutnya, Ujang Sarjana ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Maret 2022. Susatyo pun memastikan selama proses penyidikan dilakukan secara prosedural, transparan dan hak-hak tersangka untuk menyampaikan saksi-saksi yang meringankan sudah dipertimbangkan.

"Kami juga sudah memberikan ruang melalui sidang praperadilan yang telah dilakukan dan diputuskan dalam sidang tersebut. Saat ini sudah dalam proses persidangan. Kami melaksanakan penyidikan berdasarkan fakta dan laporan. Tidak ada kriminalisasi karena ada korbannya," katanya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel