Tanggapi Isu Lelang Jabatan Manajer Timnas, Ini Kata Menpora

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Zainudin Amali, akhirnya angkat bicara mengenai isu lelang jabatan manajer Timnas Indonesia yang sedang menerpa tubuh PSSI. Zainudin mengatakan sudah berkomunikasi mengenai hal tersebut.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari belakangan, masyarakat Tanah Air digegerkan dengan temuan bukti pembayaran uang sebesar 100 ribu Dolar Singapura atau setara Rp1 miliar untuk meloloskan seseorang jadi manajer Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Bukti penyetoran uang kepada perwakilan PSSI kini beredar di media sosial. Di sana tertera pemberi uang dengan nama Achmad Haris, dan yang menerima Joko Purwoko.

Achmad Haris diketahui merupakan mantan Sekretaris Tim Sriwijaya FC. Dari kabar yang beredar, uang tersebut disetorkan untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin mantan bos Sriwijaya FC untuk jadi manajer Timnas Indonesia U-19.

Dikatakan Zainudin, pemerintah tak ingin terlalu ikut campur dengan urusan federasi. Namun, dia tetap menanyakan perkembangan isu tersebut.

"Jadi saya ingin sampaikan karena kita tahu bahwa hal yang menjadi urusan internal federasi, pemerintah tentu tak akan masuk terlalu dalam," ujar politikus Golkar tersebut kepada wartawan.

Zainudin memiliki alasan kuat untuk ikut mengetahui perkembangan isu ini. Sebab, segala urusan Timnas untuk Piala Dunia U-20 2021 dibiayai oleh negara.

"Tapi, karena menyangkut Timnas ini dibiayai pemerintah melalui APBN dan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Kemenpora, tentu kami punya kepentingan," kata Zainudin.

Ke depannya, Zainudin meminta pada PSSI untuk mengambil tindakan tegas dalam menangani isu tersebut. Pasalnya, ini bukan masalah kecil dan berpotensi merusak nama baik PSSI.

"Kami sudah berkomunikasi dengan teman-teman PSSI melalui Wakil Ketua Umum PSSI untuk menentukan langkah-langkah dan mereka berjanji dilakukan investigasi terhadap kejadian itu dan segera diumumkan pada publik hasil investigasinya itu," tutur pria asal Gorontalo.

"Saya kira tunggu saja karena kami mau semua organisasi olahraga baik PSSI maupun cabor-cabor lain, saya ingin olahraga Indonesia tata kelolanya baik, bersih dan tak ada campur apa-apa," tegas Zainudin.