Tanggapi Kasus Yudha Febrian, Ketum PSSI: Sulit Dipanggil Timnas Lagi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, ikut buka suara terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan mantan penggawa Timnas Indonesia U-19, Yudha Febrian. Menurutnya, dengan sikap seperti itu, sang pemain bakal sulit untuk membela skuad Garuda lagi di masa depan.

"Dengan kelakuan seperti itu sulit lah ya. Saya dengar karakternya memang seperti itu," kata Iriawan saat ditemui wartawan di Jakarta, Minggu 16 Mei 2021.

Diketahui, Yudha sedang ramai jadi perbincangan di media sosial karena melakukan pelecehan terhadap seorang wanita pada Sabtu 16 Mei 2021.

Hal itu diketahui setelah sang wanita membongkar perilaku Yudha Febrian secara terperinci di twitter. Akun Twitter @senandikha11, menceritakan dia menjadi korban dari pelecehan yang dilakukan Yudha.

Selain itu, sang perempuan juga menceritakan betapa kasarnya eks pemain Barito Putera tersebut. Yudha diduga memaki wanita tersebut dengan sebutan pelacur.

Setelah lama dibawa berputar-putar oleh Yudha, ia akhirnya diantarkan pulang oleh Yudha. "Kamu mau membawa saya ke mana?" tanya sang perempuan itu kepada Yudha.

Sang perempuan merasa sangat kecewa karena merasa Yudha tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bukannya minta maaf, Yudha malah memblokir sosial media sang perempuan.

Sebelumnya, Iriawan juga sudah mengingatkan pada para penggawa Timnas Indonesia yang akan berangkat ke Uni Emirat Arab untuk melakoni sisa laga Grup G di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Dia berharap seluruh pilar Tim Merah Putih bisa menunjukkan sikap terpuji dan menjadi panutan bagi pemain lain dan juga rakyat Indonesia.

"Kalian harus bersyukur bisa berangkat ke negara orang dengan uang negara dan memakai lambang Garuda di dada. Tak semua bisa merasakan ini," ucap mantan Kapolda Metro Jaya.

"Pesan saya, jaga nama baik negara. Jangan seperti Yudha. Kalau bermasalah selesai karier kalian," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel