Tanggapi Survei Indikator, Azis Samual: Tidak Dapat Jadi Acuan

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) baru-baru ini merilis riset terbaru terkait popularitas tokoh calon presiden pilihan anak muda. Sejumlah nama bermunculan mulai Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Terkait itu, politikus senior Golkar Azis Samual menyampaikan survei tersebut belum bisa mencerminkan realita di lapangan. Menurutnya, karena masyarakat saat ini bukan hanya satu segemen

"Dan, dinamis, setiap waktu terjadi perubahan. Oleh karenanya, saya kira survei itu tidak dapat jadi acuan," kata Azis, dalam keterangannya, Rabu, 24 Maret 2021.

Dia tak menampik saat ini banyak lembaga survei merilis risetnya menyangkut popularitas sejumlah tokoh untuk kepentingan Pemilu 2024. Deretan nama yang muncul itu dinilai tergantung kepentingan di belakangnya. Tapi, ia menilai hal itu masih wajar.

"Memang ada tokoh-tokoh baru yang dimunculkan tetapi pada intinya ini adalah political teaser, atau cara memancing diskursus di kalangan publik untuk tujuan tertentu," sebut Azis.

Azis pun menyinggung bahwa Partai Golkar masih yakin Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai figur terbaik. Bagi dia, sosok Menko Perekonomian itu adalah tokoh yang tidak mencari popularitas.

"Kami di Golkar tetap meyakini pak Airlangga Hartarto adalah kader kami yang terbaik dan beliau menunjukkan hal itu. Ia typical orang tidak mencari popularitas, sehingga wajar ia tidak melakukan kegiatan atau program khusus yang bertujuan untuk itu," tutur Azis.

Baca Juga: Survei Indikator: Anies Baswedan Teratas Capres Pilihan Anak Muda

Kemudian, ia pun memuji kepemimpinan Airlangga di Golkar karena mampu membawa parpol berlambang Pohon Beringin itu secara organisasi jadi efektif. Lalu, sebagai Menko Perekonomian, Airlangga juga mampu mengemban tugasnya yang sangat berat di tengah pandemi COVID-19.

Menurutnya, saat ini, Golkar terus bekerja mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Kata dia, Fraksi Golkar di parlemen juga berupaya tetap obyektif dan kritis menyangkut fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan.

"Pada Pemilu 2024 menurut saya Golkar siap dengan pak Airlangga. Masih ada waktu ke depan yang dapat kami persiapkan, karena yang kami hadapi bukan saja Pemilu (Pileg) dan Pilpres, kami juga mempersiapkan kader-kader terbaik untuk Pilkada yang diundur jadi 2024," jelasnya.

Sebelumnya, dalam survei Indikator, Gubernur DKI Anies Baswedan ada di posisi teratas sebagai capres pilihan anak muda. Anies Baswedan menduduki peringkat pertama hasil survei Indikator dengan persentase 15,2 persen.

"Di antara 17 nama yang paling tinggi secara absolut yang tertinggi itu Anies Baswedan," kata Direktur Eksekutif Indikator Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam Rilis Survei Indikator: Suara Anak Muda tentang Isu-isu Sosial, Politik Bangsa yang digelar secara daring, Minggu, 21 Maret 2021.

Setelah Anies, ada Ganjar Pranowo sebesar 13,7 persen dan Ridwan Kamil 10,2 persen.

Sementara itu, eks Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meraih suara masing-masing 9,8 persen serta 9,5 persen. Di posisi enam ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 4,1 persen.

Sisanya, ada sejumlah nama pilihan dengan raihan di bawah 2 persen, seperti Tito Karnavian, Puan Maharani, Eric Thohir, Gatot Nurmantyo, dan Khofifah Indar Parawansa.