Tanggul Lapindo Jebol Hanya Ditutup Karung Pasir

TEMPO.CO,Sidoarjo - Warga korban lumpur Lapindo yang menjebol tanggul lumpur di titik 22, masih setengah hati menutupnya. Sebab, sudetan yang membelah permukaan tanggul dengan kedalaman 1 meter, lebar 50 sentimeter dan panjang 3 meter itu, hanya ditutup menggunakan beberapa karung pasir.

Susilo, korban Lapindo, mengatakan sudetan hanya ditutup sementara dan mungkin akan dibuka kembali. Ia dan warga korban lainnya mengancam akan membongkar tumpukan karung berisi sirtu (pasir batu) itu jika PT Minarak Lapindo Jaya ingkar melunasi ganti rugi pada bulan ini. "Kalau enggak dilunasi, dibuka lagi. Memang segaja ditutup separo saja," katanya kepada Tempo, Kamis 2 Mei 2013.

Tak hanya itu, kata Susilo, warga juga memperlebar aliran air dalam pond lumpur. Mereka bahkan berusaha mengalirkan air Kali Porong masuk ke dalam pond. Dengan begitu, kata Susilo, aliran air akan menjadi semakin deras lewat sudetan apabila tumpukan karung pasir dibuka kembali. Tapi, usaha ini gagal karena tak didukung mesin generator. "Airnya enggak bisa masuk, ditutup lagi," ujarnya.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, Dwinanto, mengatakan pihaknya telah menutup sudetan tersebut dengan pengawalan kepolisian. Penutupan disepakati hanya menggunakan karung pasir setelah bernegosiasi alot dengan warga korban Lapindo. Korban Lapindo, katanya, memilih karung pasir agar bisa sewaktu-waktu dibongkar kembali.

Dwinanto mengatakan BPLS menghindari potensi bentrok fisik jika tak menuruti kemauan warga korban Lapindo. Kendati air bercampur lumpur pekat tidak mengalir deras, sudetan itu tetap mengancam kekuatan tanggul penahan. "Lama-lama bisa tergerus. Kami memilih persuasif dengan warga, hanya ini yang bisa BPLS lakukan," kata Dwinanto.

Menganai usaha warga yang ingin mengalirkan air Kali Porong kedalam pond, Dwinanto mengaku belum mendengarnya.

Sebelumnya, puluhan warga korban Lapindo nekat menjebol tanggul penahan di titik 22 Desa Jatirejo, Rabu 1 Mei 2013. Bermodal cangkul, dan alat lain seadanya mereka bahu-membahu membuat sudetan di atas tanggil. Akibatnya, air bercampur lumpur pekat mengalir menuju rel kereta api yang berada tepat di samping bagian bawah tanggul penahan.

Warga mengaku selain bermaksud menekan Lapindo agar membayar sisa ganti rugi, mereka juga ingin aksinya menjadi perhatian publik. Warga ingin bertatap muka dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kebetulan berkunjung ke Surabaya.

DIANANTA P. SUMEDI

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Begini Cara Mengetahui Keberadaan Susno Duadji

May Day, Ini 7 Tuntutan Buruh

Ayu Azhari Sering Ketemu Ahmad Fathanah

Kadin Pecat Pengusaha Oesman Sapta Odang

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.