Tanggul Sungai Citarum Jebol, Tiga Rumah di Bekasi Rusak Parah

·Bacaan 1 menit
Warga berdiri di dekat banjir akibat tanggul jebol di Desa Sumberurip Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/2/2021). Banjir akibat luapan sungai Citarum mengakibatkan 5 Desa terisolir selama tiga hari akibat tanggul sungai Citarum jebol. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Tanggul Sungai Citarum di Kampung Tapak Serang RT 05 RW 03 Desa Lenggahjaya, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali jebol. Insiden ini menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan parah akibat tertimpa longsoran tanggul.

Berdasarkan informasi, insiden tersebut terjadi pada Selasa 11 Januari 2022 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu kondisi di wilayah tersebut sedang hujan deras, sehingga membuat tanah penopang tanggul lambat laun longsor.

Beberapa saat kemudian tanggul pun jebol dan menimpa tiga rumah warga yang berada di dekat tanggul. Para penghuni rumah yang mayoritas sedang tidur, bergegas keluar menyelamatkan diri.

Camat Cabangbungin, Asep Buchori, mengatakan panjang tanggul Sungai Citarum yang jebol mencapai sekitar 100 meter.

"Tanggul yang jebol ini yang kritis. Alhamdulillah tidak ada korban," kata Asep, Rabu (12/1/2022).

Beruntung saat itu debit air Sungai Citarum dalam ketinggian normal, sehingga airnya tidak sampai meluap ke rumah-rumah warga.

[vidio:Banjir Rob Tahunan, Tanggul Tidak Kuat Tahan Arus Pasang]()

Waspada Luapan Citarum

Sebagai antisipasi, pihaknya mengimbau warga agar selalu waspada terhadap luapan Sungai Citarum yang masih berpotensi sewaktu-waktu.

"Lokasi untuk warga yang mengungsi dan titik kumpul evakuasi juga sudah disiapkan," tandas Asep.

Sementara aparatur desa setempat meminta ketiga keluarga penghuni rumah yang rusak, untuk pindah sementara waktu.

Hal ini untuk menghindari longsor susulan yang masih berpotensi terjadi, mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel