Tangis Histeris Ayah Saat Makam Korban Kanjuruhan Dibongkar: Ya Allah, Anakku Mati

Merdeka.com - Merdeka.com - Keluarga korban tragedi Kanjuruhan tak kuasa menahan kesedihan saat proses ekshumasi. Ekshumasi adalah penggalian kubur untuk identifikasi forensik penyebab kematian seseorang sebagai bagian dari proses penyidikan.

Devi Athok Yulfitri (43), ayah salah satu korban berteriak histeris dari balik tenda yang tertutup kain. Dua anaknya Natasya Debi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (13) menjadi korban dalam tragedi yang menewaskan 135 orang tersebut.

"Ya Allah, anakku mati," teriaknya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Sabtu (5/11).

Devi Athok bersama rombongan akhirnya dibawa keluar dari tenda. Tampak beberapa orang berusaha menenangkannya dan memberikan air minum.

ekshumasi korban tragedi kanjuruhan
ekshumasi korban tragedi kanjuruhan

Setelah terlihat tenang, Devi Athok dibawa meninggalkan lokasi dan dibawa ke tenda lain yang berjarak sekitar 10 meter.

Devi Athok begitu sedih. Untuk berjalan pun dia merasa lunglai. Beberapa sahabat terus memapahnya ke ambulans.

Pantauan di lokasi, proses ekshumasi berlangsung sejak pukul 08.30 WIB. Di lokasi berdiri tenda dan disterilkan pada radius 15 meter dengan dipasang police line.

Tampak hadir juga perwakilan dari LPSK, TPGF, Kemenko, Aremania dan lain sebagainya. Lokasi mendapat penjagaan ketat dari petugas kepolisian secara berlapis. [lia]