Tangis Nicholas pecah usai raih perak pada debutnya di SEA Games

Altet wushu putra Nicholas tidak dapat menahan air mata usai meraih nilai tinggi pada nomor Taolu Taiji Jian yang membawanya mengemas perak pada debutnya di SEA Games yang kali ini berlangsung di Vietnam.

Nicholas tampak tenang dan lembut dalam gerakan yang dia tampilkan di hadapan juri dan penonton di Cau Giay Gymnasium, Hanoi, Sabtu.

Nicholas, yang mengenakan pakaian serba putih dengan aksen biru, langsung menghampiri dan memeluk sang pelatih sambil menangis usai dinyatakan dinyatakan oleh dewan juri berhak mendapat nilai 9.71, yang saat itu menjadi nilai tertinggi.

"Tangis kepuasan lega dan semua lah lepas semua soalnya saya kemarin hari pertama gagal di nomor tangan kosong tangan kosong Taijiquan," ujar Nicholas ditemui usai pertandingan.

Baca juga: Nicholas dan Alisya bertekad sumbang emas dalam debut SEA Games

Namun, Nicholas harus puas dengan perak saat atlet wushu Singapura Jun Kai Chan mencetak angka 9.72 untuk memastikan emas.

Meski begitu, Nicholas mengaku bermain lepas dan lebih tenang pada pertandingan kali ini.

"Itu unexpected buat saya soalnya ini boleh dibilang SEA Games pertama saya jadi enggak nyangka juga sih bisa mendapat medali apalagi ini perak juga ya, lumayan,” kata Nicholas.

Pada pertandingan sebelumnya, Haris Horatius juga berhasil menyumbang perak pada nomor Taoulu Nan Quan putra dengan nilai 9.70, menambah peraihan medali untuk wushu yang telah mengumpulkan satu perak dan satu perunggu.

Medali perak dipersembahkan oleh Nandhira Mauriskha dari nomor Taolu Jian Shu putri, sedangkan perunggu disumbangkan oleh Seraf Naro Siregar dari Taolu Chang Quan putra, Jumat.

Baca juga: Atlet wushu Naro Siregar ingin main lebih tenang
Baca juga: Indonesia pimpin klasemen sementara Free Fire, FIFA memulai SEA Games
Baca juga: Dayung perebutkan delapan emas SEA Games hari ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel