Tangkal Video Hoax, Milenial Perlu Bekal Khusus

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Adanya teknologi internet ibarat pisau bermata dua. Satu sisi bisa sangat membantu pengguna untuk mendapatkan informasi baru, namun di sisi lain dapat menjadi tempat untuk menyebar informasi menyesatkan alias hoax.

Biasanya video tersebut diunggah, dengan alasan mencari sensasi. Namun, ada juga yang sengaja menyebarkannya demi kepentingan tertentu.

Apapun alasannya, para pengguna internet terutama kaum milenial perlu bekal khusus, agar bisa mengurangi peredaran video yang tidak benar itu.

Bekal yang dimaksud, kata Ketua Panitia Lomba Video Aliansi Jurnalis Video dan TransJakarta, Syaerurrahman Al Banjary adalah pengetahuan dalam hal jurnalistik.

“Pengenalan jurnalistik video untuk kaum milenial penting, dalam upaya menekan berita hoaks di media sosial,” ujarnya di Jakarta, dikutip Sabtu 19 Desember 2020.

Syaerurrahman menjelaskan, acara lomba tersebut diadakan, salah satu alasannya adalah untuk meningkatkan kesadaran kaum milenial menggunakan video dan media sosial dengan metode jurnalistik baru.

“Semua karya memperlihatkan penerapan protokol kesehatan di angkutan umum dengan standar TransJakarta yang menggunakan QR Code dan prinsip 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker),” tuturnya.

Sementara itu, ahli komunikasi yang menjadi ketua Dewan Juri, DR Rully Nasrullah menjelaskan bahwa ada perubahan yang ia lihat dari generasi muda saat ini.

Netizen muda mulai punya keberanian menunjukkan karya videonya yang serius,” ungkap Rully.

Sebagai informasi, pemenang lomba video akan diumumkan melalui sebuah acara virtual pada Minggu 20 Desember 2020 pukul 14.00 WIB. Lomba ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai kota di Indonesia.