Tangkap Ikan dengan Bom, Delapan Nelayan Ditangkap di Simeulue

Merdeka.com - Merdeka.com - Delapan nelayan asal Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) ditangkap Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Simeulue. Mereka diduga melakukan pengeboman ikan di perairan Simeulue, Aceh.

"Kami mengejar dan melepaskan tembakan peringatan untuk memberhentikan kapal tersebut," kata Kapolres Simeulue, AKBP Jatmiko, Minggu (29/5).

Dia mengungkapkan, polisi mengamankan tiga kapal asal Sibolga dengan total 8 awak itu pada Sabtu (28/5) kemarin. Awalnya, polisi mendapat informasi dari Panglima Laot.

Tiga kapal itu terpantau berada di perairan Pulau Mincau, Kecamatan Teupah Barat, Simeulue, diduga tengah melakukan pengeboman ikan. Polisi lalu melakukan penangkapan.

Jatmiko menyebut, delapan orang nelayan itu masing-masing berinisial SL (36), MSL (24), BA (53), TU (59), SA (40), RA (59), ER (40), dan EL (24). Mereka kini diamankan di Mapolres Simeulue untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kedelapan nelayan Sibolga itu terancam dijerat Pasal 84 ayat (1) dan ayat (2) UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 85 Jo Pasal 93 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 perubahan atas UU No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Jo Pasal 98 UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Ancaman lima tahun penjara dan denda maksimal 2 miliar," tutup Jatmiko. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel