Tangkap Paul Zhang Terkendala Yurisdiksi, Kabareskrim Pasrah

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto mengatakan Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim mengalami kendala untuk menangkap Joseph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoelyono, tersangka kasus penistaan agama.

“Kendala yurisdiksi,” kata Agus saat dihubungi wartawan pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Diduga, Paul Zhang posisinya berada di Eropa antara Belanda atau Jerman. Di Belanda, tidak ada hukum soal ujaran kebencian atau penghinaan agama seperti di Indonesia. Makanya, Agus pasrah karena posisi Paul Zhang tidak dalam yurisdiksi.

"Ya mau gimana?" ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim telah melakukan upaya maksimal untuk menangkap Jozeph Paul Zhang. Bahkan, Bareskrim juga menggandeng Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Luar Negeri.

Mantan Kepala Baharkam Polri ini juga telah mengajukan penerbitan red notice. Kemudian, permohonan pencabutan paspor Paul Zhang hingga ektradisi. “Semua tergantung kepada negara dimana dia berada,” ujarnya.

Jozeph Paul Zhang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama karena mengaku nabi ke-26 saat menggelar zoom meeting berdiskusi dengan rekannya terkait ‘Puasa Lalim Islam’, dan diunggah ke akun YouTube Joseph Paul Zhang pada Kamis, 15 April 2021.

Atas perbuatannya, Paul Zhang dipersangkakan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Kini, Paul Zhang masih diburu kepolisian yang diduga berada di luar negeri.

Baca juga: Sulit Tangkap Paul Zhang, Kabareskrim: Tidak Ada Respons Interpol

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel