Tangkap Susno, Kejaksaan minta bantuan Imigrasi

MERDEKA.COM. Upaya eksekusi Kejaksaan terhadap mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji terus dilakukan. Terbaru, Kejaksaan meminta bantuan Ditjen Imigrasi untuk menangkap terpidana kasus korupsi dana Pilkada Jabar 2008 dan PT Salmah Arowana Lestari itu.

Hal tersebut tertuang dalam surat yang diterima Ditjen Imigrasi tertanggal 26 April 2013 dari Kepala Kejaksaan Tinggi DKI dengan nomor: R-577/01.1/Ft/04/2013. Demikian disampaikan Wamenkum HAM Denny Indrayana lewat siaran pers, Sabtu (27/4).

"Bantuan pencarian/penangkapan terpidana atas nama Komjen PoL (Purn) Drs. Susno Duadji,SH.MH.M.Sc," kata Denny tentang perihal surat tersebut.

Denny mengatakan, KemenkumHAM terus meningkatkan kerjasama dengan Kejaksaan untuk pelaksanaan eksekusi Susno. 

"Pembangkangan hukum yang dilakukan tidak dapat dibiarkan, dan harus segera diakhiri demi tegaknya wibawa hukum di tanah air," tegas Denny.

Kediaman Susno di kawasan Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/4) siang tadi tampak sepi. Tidak ada aktivitas terlihat di rumah tiga lantai ini.

Bahkan lampu rumah berwarna gading ini masih menyala. Saat sejumlah wartawan mencoba mengetuk pintu rumah tersebut tidak ada jawaban sama sekali.

Pantauan merdeka.com, rumah yang sudah empat tahun dimiliki jenderal bintang tiga ini tertutup rapat-rapat. Jendela dan tirai kelambu yang menutupi beberapa sudut ruang pun terkunci.

Mobil yang semula terparkir selama beberapa hari sebelumnya sudah tidak ada. Rimbun daun pohon mulai jatuh, dan berserak di halaman rumah mantan Kabareskrim itu.

Salah seorang petugas keamanan di lokasi menyebut, setelah proses eksekusi yang dilakukan gabungan tim kejaksaan pada Rabu (24/4) lalu, hingga kini tidak ada orang atau tetamu hilir mudik di rumah.

  Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.