Tangkapan Besar BNN di Kaltara: Sabu-sabu 20 Kg dari Malaysia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Utara menyita narkoba sabu-sabu sebanyak 20 kilogram asal Tawau, Malaysia, dari tujuh tersangka di perairan Mangkupadi, Bulungan.

"Kami berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu seberat 20.357,66 gram atau 20,3 kg di perairan Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara, Jumat (21/5)," kata Kepala BNN Kaltara Brigjen Pol Samudi saat konferensi pers di Tarakan, Rabu, 26 Mei 2021.

Tujuh tersangka yang ditangkap berinisial BH (36), RB (24), PR (27), NR (21), MH (40), SH (36) dan LM (42).

Dia mengungkapkan bahwa awalnya tim mendapatkan informasi mengenai dugaan penyelundupan sabu-sabu, kemudian bergerak memulai serangkaian penyelidikan.

"Penyelundupan narkoba dibawa dengan kapal kayu KM Tiga Putri 10 di Pantai Mangkupadi Kabupaten Bulungan, informasinya ada penyerahan kurir dari Tawau diterima nakhoda kapal ini, pukul 09.00 WITA, kemudian tim melakukan penangkapan dan penggeledahan," kata Samudi.

KM Tiga Putri 10 merupakan kapal yang biasanya digunakan mengangkut orang dan barang yang berlayar dari Toli-toli ke Tarakan dan sebaliknya. Ternyata rute itu dimanfaatkan oleh para tersangka untuk menyelundupkan sabu-sabu menuju Makassar dan Palu.

"Kapal ini biasanya angkut penumpang dari Toli-toli ke Tarakan dan sebaliknya, saat digeledah ada juga penumpang umum sebanyak 10 orang," kata Samudi.

Dari hasil pemeriksaan tim menemukan karung putih dan saat dibuka isinya narkotika jenis sabu-sabu, beratnya 20,3 kg. Kemudian tersangka dibawa ke kantor BNN Kalimantan Utara di Tarakan untuk dikembangkan, sedangkan kapal disandarkan di Polairud.

Saat diperiksa penyidik, nakhoda berinisial BH (36) mengaku ini kedua kalinya dia membawa sabu-sabu menuju Sulawesi. Namun aksi pertamanya dia berhasil meloloskan sabu-sabu sebanyak 10 kg. Sedangkan yang kedua berhasil digagalkan BNN dengan barang bukti sabu 20,3 kg.

Sabu-sabu berasal dari Tawau merupakan jaringan internasional ini transaksi dilakukan di tengah laut, yakni di perairan Mangkupadi, dan narkoba itu dikemas dalam bungkus teh china.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 Undang-Undang tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau hukuman mati. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel