TaniHub salurkan pendanaan Rp89,2 miliar sepanjang 2020

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Perusahaan rintisan (startup) agritech, TaniHub, telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp89,2 miliar sepanjang 2020 melalui 243 proyek bidang pangan dan agrikultur, melalui anak usahanya yang bergerak dalam fintech Peer to Peer (P2P) lending.

CEO TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan menjelaskan bahwa sejak empat tahun didirikan, TaniHub Group berupaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani lokal dengan akses pasar dan akses keuangan melalui TaniFund.

"Apa yang dilakukan oleh TaniFund telah berdampak terhadap peningkatan produksi 2.500 petani binaan kami hingga 20 persen," kata Ivan Arie dalam konferensi pers secara virtual, Kamis.

Baca juga: TaniHub sebut pendapatan naik 639 persen berkat pandemi

Tidak hanya itu, semangat TaniFund dalam meningkatkan inklusi keuangan terlihat pada peningkatan pendapatan petani binaannya secara umum sebesar 25 persen dengan kepemilikan rekening bank mencapai angka 100 persen.

Senada dengan itu Presiden TaniHub Group Pamitra Wineka menjelaskan dari total pembiayaan sebesar Rp89,2 miliar tersebut, sebanyak 50 persennya langsung disalurkan petani, yang mayoritas berada di wilayah Pulau Jawa.

"Ke depannya kami berharap bisa menyalurkan ke luar Jawa. Kenapa sejauh ini masih di Jawa? Alasannya saat ini tim kami masih beroperasional di wilayah Jawa," kata Pamitra.

Baca juga: Pertani gandeng TaniHub targetkan jual 150.000 ton beras per tahun

Ada pun pada tahun ini, TaniFund menargetkan dapat meningkatkan penyaluran pendanaan mencapai Rp1 triliun dengan 50 persen pesertanya adalah dari petani.

Sebagai upaya untuk mendekati petani dan pasar, sekaligus menjaga kualitas produk, salah satu unit pemrosesan dan pengemasan milik TaniHub Group yang bertempat di Malang sudah beroperasi pada tahun 2020.

Pusat pengemasan dan pemrosesan itu melengkapi dan memaksimalkan rantai pasok dari berbagai fasilitas distribusi regional yang sebelumnya telah tersebar di lima kota, yakni Bogor, Bandung, Kartasura, Surabaya, dan Denpasar.

Selain itu TaniHub Group juga akan melakukan berbagai langkah percepatan tahun 2021 yakni melalui digitalisasi ekosistem B2B, otomatisasi proses rantai pasok, penambahan jumlah petani yang terdampak, dan peningkatan pengukuran dampak sosial oleh TaniHub Group.

Baca juga: Penjualan herbal di TaniHub melonjak 20 persen, termasuk empon-empon