Tanpa beban, anak muda diam-diam bangun masa depan di utara China

Oleh Ryan Woo

HEGANG, China (Reuters) - Li Hai bukanlah siapa-siapa di China.

Tetapi montir kapal berusia 32 tahun itu menjadi sensasi di dunia maya bulan lalu setelah memposting video kehidupan sehari-harinya di kota batu bara yang terlupakan di utara negeri itu.

Kota-kota kaya sumber daya seperti Hegang di provinsi Heilongjiang membantu memperkuat keajaiban ekonomi China. Tetapi ketika produksi batu bara, mineral dan kayu mereka mulai berkurang, tambang dan industri mereka ikut menurun. Populasi pun mulai menyusut ketika kaum muda hengkang ke selatan untuk mencari pekerjaan, peluang, dan juga cinta.

Dengan pertumbuhan ekonomi China pada nadir 30 tahun dan biaya hidup yang sangat tinggi, rumah-rumah murah yang banyak di kota tersebut mulai menjadi incaran kaum muda berpikiran mandiri ke Heilongjiang.

Hegang adalah pasar real estat termurah di antara 321 kota besar di China pada 2019, daya tarik besar bagi Li ketika dia berburu rumah tahun lalu.

Li memiliki beberapa teman di kota asalnya, Zhoushan, 2.000 km (1.200 mil) di selatan. Dia tidak tinggal bersama orang tuanya dan pemilik rumah yang dia tempati menaikkan uang sewanya.

Sering keluar berlayar selama enam bulan, pemikiran Li adalah memilik tempat tinggal di Hegang dan menutup biaya.

"Banyak yang datang ke sini untuk membeli rumah sebagai investasi," kata Li, yang membayar 750 yuan ($ 100) per meter persegi untuk sebuah apartemen di lantai paling atas di sebuah perumahan sederhana. Sebagai perbandingan, apartemen di Beijing harganya 80 kali lebih mahal.

"Jika sesuatu terjadi pada mereka, setidaknya mereka punya rumah."

Waspada terhadap penipuan, Li memiliki beberapa teman, yang, seperti dia, lebih suka untuk tidak banyak jalan-jalan ke luar rumah.

"Anda perlu uang untuk bersosialisasi," kata Li, yang menghasilkan 60.000 yuan ($ 8.640) per tahun.

Jika tidak sedang menyalurkan kegemaran membaca novel di kamar tidur, ia memanfaatkan waktu luang dengan memposting ulasan produk positif secara daring untuk mendapatkan uang tunai tambahan.

"Kelas sosial sudah terbentuk," kata Li. "Orang miskin tidak akan pernah bisa meraih apa pun. Ketika Anda menghadapi masalah, jika Anda bisa menyelesaikannya, bagus. Tidak banyak yang bisa Anda lakukan."

Tidak semua yang datang ke Hegang baru-baru ini adalah mereka yang sudah pasrah dengan nasib.

Zheng Qian, 26, pindah ke Hegang pada Oktober lalu, dan sekarang dapat menyimpan setengah dari penghasilannya 5.000 yuan per bulan dari pemasaran internet.

Warga asal Guangzhou itu, yang masih menikmati hidup sendiri, bercita-cita untuk menjadi bintang live-streaming.

Bulan lalu, Zheng memposting video dirinya melemparkan air mendidih yang langsung membeku di udara dingin Hegang.

Klip berdurasi dua detik itu dilihat sebanyak 20 juta di ByteDance's Douyin, sebuah aplikasi video pendek yang populer.

"Di situlah saya harus mengambil kesempatan," kata Zheng.