Tanpa Disadari, Mungkinkah Kamu Terjebak dalam Toxic Relationship

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Pasangan yang Toxic Credit: pexels.com/Oleg

Liputan6.com, Jakarta Tak jarang dua insan yang sedang memadu kasih terjebak dalam toxic relationship. Pada dasarnya keadaan itu terjadi karena sudah tidak ada keharmonisan dan tidak saling percaya. Ika dibiarkan bisa saja mengakibatkan hubungan asmara sudah ‘tidak sehat’ dan kerap bertengkar.

Jika kamu belum menyadari terjebak dalam toxic relationship, dilansir dari berbabagi sumber, berikut hal yang wajib kamu ketahui mengenai toxic relationship.

Perasaan diri sendiri

Hubungan percintaan bukan sekadar ‘Aku sayang kamu atau kamu sayang aku’. Ini merupakan mengenai perhatian, saling percaya, saling mendukung, dan jujur dalam menjalankannya.

Sebaliknya, jika suatu hubungan sudah saling mengatur dan mengendalikan bahkan sampai mengkritik, bisa jadi penyebab lahirnya toxic relationship pada hubungan kamu dan pasangan. Maka dari itu, bicarakan hal tersebut dengan pasangan. Cari solusinya agar hubungan tetap berjalan.

Jadi diri sendiri atau tidak

Beberapa psikolog menganggap jika suatu hubungan mengubah diri seseorang, bisa jadi itu sudah dalam toxic relationship. Padahal dalam hubungan asmara yang sehat, pasangan tidak perlu menjadi orang lain. jadilah diri sendiri untuk menjalankan suatu hubungan. Dari situ, kamu bisa menilai pasangan menerima dirimu sepenuhnya atau tidak.

Percaya intuisi

Tanyakan dalam hati, apakah sudah tepat pasangan kamu sekarang. Meskipun baik untuk mengikuti apa yang Anda rasakan di dalam hati, itu tidak baik jika Anda terus menghindari intuisi Anda.

Setiap orang akan memiliki intuisi yang kuat tentang hal-hal dan orang-orang dalam kehidupan mereka. Jika Anda mulai memiliki intuisi yang sangat kuat tentang toxic relationship, keluarkan diri Anda jika tidak dapat diperbaiki atau bagikan pemikiran Anda yang sama dengan pasangan Anda.

Dapatkan dukungan dari orang-orang terdekat

Toxic relationship memiliki dampak negatif untuk kesehatan mental kamu. Coba dan bicarakan ini dengan siapa pun yang Anda merasa nyaman. Pastikan Anda mencari bantuan jika dan saat dibutuhkan.

Segala sesuatu yang Anda lakukan untuk membuat diri Anda merasa lebih baik setelah keluar dari toxic relationship itu sehat, bahkan jika itu berarti berkonsultasi dengan psikolog.

Me time

Tak ada salahnya jika menyadari kamu terjebak dalam toxic relationship, kamu menyendiri sejenak. Kamu bisa sembari mengunjungi teman di luar kota, atau solo traveling ke pantai. Jika setuju, mulai sekarang kamu pilih destinasi dan tempat menginap untuk kamu. Biar mudah kamu bisa andalkan platform travel melalui aplikasi.

Dari situ, kamu tinggal pililh destinasi, tiket pesawat, sampai sewa kendaraan. Kalau sudah begitu, kamu makin mudah untuk traveling sembari memikirkan mengenai toxic relationship yang terjadi pada dirimu.

(*)