Tanpa isolasi terpusat, jamaah diminta perhatikan kondisi kesehatan

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi meminta jamaah haji untuk memerhatikan kondisi kesehatan setibanya di Tanah Air menyusul keputusan peniadaan isolasi secara terpusat.

"Tidak ada kegiatan yang namanya isolasi tapi dikembalikan ke jamaah agar lebih hati-hati. Tetap menjaga kesehatannya," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Wamenag menjadi salah satu Naib Amirul Hajj pada penyelenggaraan haji tahun 2022 ini.

Ia meminta agar para jamaah memperhatikan penyakit bawaan atau penyakit yang selama ini menjadi keluhan mereka.

“Di Indonesia nanti tentunya jamaah diharapkan melakukan deteksi dini atas segala penyakit yang dibawa," kata dia.

Secara umum Wamenag menilai bahwa seluruh rangkaian ibadah haji 2022 berjalan dengan lancar. Saat ini, jamaah haji memasuki dua kegiatan utama. Pertama, persiapan kembali ke Indonesia bagi gelombang pertama melalui Jeddah. Selanjutnya gelombang dua hari ini menuju ke Madinah.

“Tentunya kami berharap para jamaah tetap menjaga kesehatannya, tetap memperhatikan kegiatan-kegiatan ibadahnya dengan baik agar ibadahnya semua selamat dan kembali ke air dalam kondisi yang sehat," kata dia.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewajibkan seluruh jamaah haji Indonesia yang pulang dari Arab Saudi menjalani skrining (penapisan) kesehatan di setiap debarkasi untuk mencegah importasi kasus COVID-19.

"Ketentuan pemeriksaan skrining antigen COVID-19 yang semula secara acak dilakukan terhadap 10 persen dari jumlah jamaah haji setiap kloter, menjadi dilakukan terhadap seluruh jamaah haji yang kembali ke Indonesia," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana.

Pemeriksaan COVID-19 bagi jamaah haji dilakukan di asrama haji Debarkasi, melalui tes antigen. Jika ditemui jamaah dengan hasil tes antigen reaktif, langsung dikonfirmasi dengan RT PCR.

''Bagi jamaah yang dinyatakan positif, dilakukan isolasi mandiri di rumah, namun tetap dilakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari,'' ujar dia.

Bagi jamaah yang dalam kondisi sehat dapat langsung kembali ke daerahnya masing-masing. Jamaah diminta untuk mengisi kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji dan melakukan pengawasan kesehatan secara mandiri.

''Jamaah kita minta agar segera melakukan pemeriksaan sendiri ke fasilitas kesehatan setempat apabila merasakan ada gangguan kesehatan," demikian Budi Sylvana.

Baca juga: Seluruh jamaah haji wajib jalani skrining kesehatan

Baca juga: Pemerintah siapkan skrining kesehatan sambut kepulangan jamaah haji

Baca juga: Jamaah haji Indonesia diimbau mewaspadai penularan COVID-19

Baca juga: Kemenkes: 51 haji dapat prioritas kepulangan karena alasan kesehatan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel