Tanpa Senjata, Ibu di California Menang Lawan Singa Gunung yang Serang Anaknya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Sacramento - Seorang ibu di California telah menyelamatkan nyawa putranya yang berusia 5 tahun dari serangan singa gunung. Putranya sedang bermain di luar rumah di Calabasas, pegunungan Santa Monica, sebelah barat Los Angeles, ketika singa gunung ingin menerkamnya.

Anak tersebut diseret melintasi halaman depan, tetapi ibunya berlari keluar dan memukul singa gunung dengan tangan kosong hingga singa itu melepaskan putranya.

Melansir dari laman BBC, Senin (30/8/2021), hewan itu kemudian ditemukan dan ditembak mati oleh otoritas satwa liar.

Sementara si anak laki-laki menderita luka di kepala dan dada, tetapi sekarang sudah dalam kondisi stabil di sebuah rumah sakit di Los Angeles, lapor kantor berita Associated Press.

Kapten Patrick Foy, juru bicara departemen ikan dan satwa liar California, mengatakan kepada AP bahwa sang ibu benar-benar telah menyelamatkan nyawa putranya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Serangan Singa Muda

Ilustrasi singa gunung (pixabay)
Ilustrasi singa gunung (pixabay)

Ketika tiba di tempat kejadian, seorang petugas satwa liar menemukan seekor singa gunung berjongkok di semak-semak dengan “telinga ke belakang dan mendesis,” kata dapartemen itu.

Petugas lalu membunuh singa gunung tersebut, percaya bahwa itu adalah kemungkinan pelaku “karena perilaku dan kedekatannya dengan serangan”. Tes DNA kemudian mengonfirmasi bahwa itu adalah hewan yang telah menyerang anak laki-laki sebelumnya.

Serangan singa gunung sangat jarang terjadi di Amerika Utara.

Menurut CBS News, para pejabat mengatakan singa yang terlibat masih muda. Para ahli percaya singa tersebut masih belajar bagaimana berburu dan menjaga dirinya sendiri.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel