Tanri Abeng Kritisi Minimnya Personel Pelaksana Gugus Tugas Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara era Orde Baru Tanri Abeng menilai, adanya ketidakseimbangan petugas pengarah dan pelaksana di tubuh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut dia, saat ini jumlah personel pelaksana di lapangan jauh lebih minim dibandingkan petugas pelaksana. Sehingga dalam kegiatan penanganan pandemi covid-19 kerap kali dijumpai permasalahan elementer.

"Tim pengarah terlalu banyak dibandingkan petugas pelaksana. Bahkan banyak birokratis di level menteri yang menjadi pengarah penanganan covid-19," tegas Tanri saat mengisi acara Webinar bersama Indef, Selasa (12/5).

Mantan Komisaris Utama Pertamina ini kemudian menjelaskan dampak fatal yang timbul akibat minimnya personel pelaksana penanganan pandemi covid-19 di lapangan. Seperti jumlah korban positif covid-19 yang kian meningkat di sejumlah wilayah Tanah Air.

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan penularan virus berbahaya asal kota Wuhan di tataran masyarakat. Sehingga efektivitas kinerja Tim Gugus Tugas dalam mitigasi pandemi covid-19 perlu dipertanyakan.

"Apa yang terjadi kini di lapangan. Karena petugas pelaksana penanganan covid-19 terbatas, sehingga tidak efektif," jelas dia.

Oleh karenanya, evaluasi secara menyeluruh perlu dilakukan oleh Tim Gugus Tugas, termasuk penambahan jumlah personel di lapangan. Langkah ini mutlak dilakukan agar proses mitigasi pandemi covid-19 berjalan efektif sesuai kemauan masyarakat.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Tanri Abeng: Gugus Tugas Covid-19 Harusnya Diisi Ahli Bukan Menteri

Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng memberikan keterangan pers terkait perombakan jajaran direksi Pertamina di Jakarta, Jumat (3/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pengusaha Tanri Abeng berpendapat, pemerintah seharusnya menempatkan orang-orang yang ahli dalam berbagai bidang pada tim pengarah dan pelaksana di susunan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Menurut dia, penunjukan individu pada tim pengarah dalam Gugus Tugas Covid-19 saat ini lebih cenderung mementingkan posisi birokrasi ketimbang keahlian seseorang.

"Tim pengarah ini sesungguhnya adalah top birokrasi, para menteri. Saya lihat pendekatannya birokrasi," ujar Tanri Abeng dalam sesi webinar bersama Indef, Selasa (12/5/2020).

Mantan Meneg Pendayagunaan BUMN ini lantas mengusulkan, pemerintah semustinya belajar dari Amerika Serikat (AS) dan Jerman yang menunjuk para pakar di bidangnya untuk masuk ke dalam tim penanganan virus corona.

"Yang ada di tim ini bukan posisi, tapi keahlian. Orang-orang ahli yang perlu mendampingi ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," cibir dia.

"Kalaupun ada tim pengarah mungkin tidak perlu terlalu banyak, tapi betul-betul bisa berikan arahan. Justru yang paling penting kan di tim pelaksana. Dia membutuhkan orang-orang yang paling ahli seperti di Amerika," imbuhnya.

Usulan Nama

Ketua Dewan Juri Anugerah BUMN 2017, Tanri Abeng menyampaikan sambutan di Jakarta, Jumat (15/9). Tahun ini untuk pertama kalinya Anugerah BUMN Awards 2017 tidak hanya melibatkan BUMN, tetapi juga anak Perusahaan BUMN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Beberapa nama seperti pakar statistik epidemiologi Pandu Riono dan Sosiolog Imam Prasodjo disebutnya bisa masuk sebagai tim ahli dalam susunan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Ada orang-orang ini yang bisa jadi resource dan bisa jadi bagian dari tim komite ini. Bukan posisi, karena itu tend to be birocratic," tukas Tanri Abeng.