Tantang Maut, Begini Cara Letnan Wanita TNI Bantu Korban Gempa Sulbar

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kisah inspiratif kembali datang dari seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam misi kemanusiaan untuk korban Gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Cerita datang dari dek kapal rumah sakit, KRI dr. Soeharso (990), milik TNI Angkatan Laut.

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi TNI Angkatan Laut, Sejumlah prajurit dan dikerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu korban sejak bencana mengguncang Kabupaten Mamuju dan Mejene, Sulawesi Barat, Jumat 15 Januari 2021.

Salah satu prajurit yang ikut turun dalam misi kemanusiaan itu adalah Letnan Dua (Letda) (S/W) Dita Ayu Wardani. Meskipun tidak turun langsung ke tempat terjadinya gempa, namun aksi Dita patut diapresiasi.

Bagaimana tidak, walaupun seorang wanita, Dita mampu menjalankan tugasnya sebagai flying deck officer di landasan pesawat KRI dr. Soeharso (990).

Ya, Dita bertugas untuk mengarahkan posisi parkir pesawat, dalam hal ini khusus helikopter, yang membawa bantuan ataupun korban gempa ke kapal yang dikenal sebagai rumah sakit terapung itu.

Bukan perkara mudah untuk mengarahkan posisi parkir helikopter. Pasalnya, nyawa Dita menjadi taruhannya. Bagaimana tidak, seorang wanita dengan berani menghadapi ancaman sabetan baling-baling dan hempasan mesin helikopter.

"Setelah Kasal, Laksamana TNI Yudo Margono, memerintahkan agar TNI AL membentuk Satgas Bencana untuk gempa Sulbar, Kami pun turut bergabung dalam satgas tersebut, dan langsung bergerak melakukan kegiatan misi kemanusiaan sampai mendapatkan perintah lebih lanjut," ujar Dita.

Menghadapi bahaya, Dita tetap mampu menjalankan tugasnya dengan tenang dan fokus. Wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Logistik KRI dr. Soeharso (990) ini punya peran vital dalam pemberian akses dan sistem lalu lalang helikopter di kapal rumah sakit itu.