Tantangan Calon Kapolri: Penanganan Radikalisme hingga Korupsi

Bayu Nugraha, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo dikabarkan telah dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari lima nama yang direkomendasikan sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan masuk masa pensiun pada akhir Januari 2021.

Ketua Dewan Penasehat Perkumpulan Advokat Betawi (PADI), Ramdan Alamsyah menilai Komjen Listyo Sigit merupakan sosok yang tepat apabila memang dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

“Ketika Pak Jokowi sebagai Presiden memilih tokoh ini, boleh dikatakan sudah tepat dan sangat tepat dalam kondisi saat ini. Sangat luar biasa ketika Pak Jokowi memilih seorang Pak Listyo Sigit untuk menggantikan Pak Idham Azis,” kata Ramdan, Selasa, 12 Januari 2021.

Ramdan yang berprofesi sebagai advokat ini melihat sosok Listyo Sigit punya segudang pengalaman selama berkarir di Korps Bhayangkara, berbagai jabatan pernah diemban dan dijalankan dengan baik. Sehingga, bermodal pengalaman itu diharapkan mampu membawa keemasan Polri ke depan.

“Pengalaman Pak Sigit mulai dari Ajudan Presiden sampai Kapolda Banten, Kepala Bareskrim, Divisi Propam, itu sudah semuanya. Artinya, secara jabatan punya pengalaman yang mumpuni lengkap. Saya meyakini, Pak Sigit dengan begitu banyak pengalaman mampu membawa Polri ke masa keemasannya,” ujarnya.

Menurut dia, penegakan hukum selama ini bisa dikatakan berjalan bagus di bawah Kepala Bareskrim Komjen Listyo, tidak tebang pilih. Kemudian, kondisi saat ini juga stabilitas keamanan dalam negeri stabil. “Kondisi Polri saat ini sudah bagus, memang harus dipertahankan performance ini sampai akhir jabatan Presiden,” jelas dia.

Di internal Polri, kata dia, tindakan-tindakan kepada anggota kepolisian yang memang tidak bagus sudah dibuktikan. Menurutnya, banyak anggota Polri yang dipecat dan dihukum. Ini menjadi satu catatan bahwa sejauh ini tidak ada catatan yang negatif terhadap posisi Listyo Sigit.

“Ini diterima dari semua kalangan. Catatan record cacatnya Pak Sigit sejauh ini tidak ada, clear and clean. Ketika Pak Jokowi memilih, saya rasa resistensi dari masyarakat agak tidak melihat satu kepentingan manapun,” kata Ramdan.

Sementara, Ramdan menilai tantangan terberat Kapolri ke depan memang radikalisme, terorisme, korupsi tentunya harus menjadi suatu perhatian khusus jangan sampai kendor. Selain itu, penegakan hukum disiplin secara internal juga harus ditegakkan.

“Bagaimana Polri sebagai pengayom masyarakat, menerima semua keluhan masyarakat tidak melihat latar belakangnya, melakukan proses hukum berdasarkan benar-benar keadilan, bukan kepentingan. Ini yang harus menjadi catatan perlu diperhatikan,” katanya.

Baca juga: Komjen Listyo, Jenderal Termuda Calon Kapolri Pilihan Jokowi