Tantangan Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri

Agus Rahmat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kepala Polri, untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa penisun akhir Januari 2021 ini.

Listyo dianggap akan mulus, untuk memimpin institusi tersebut. Namun bukan berarti, kepemimpinannya ke depan akan berjalan mulus. Menurut guru besar Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Faisal Santiago, tantangan besar akan dihadapi di depan.

“Tantangannya 3 tahun kedepan sangat berat. Mulai memasuki pemilu, pilkada serentak tahun 2023-2024, lintas agama sekarang juga lagi perlu perhatian. Saya pikir dia sosok yang tegas untuk hal itu,” kata Faisal, Jumat 15 Januari 2021.

Baca juga: Cara Komjen Listyo Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pesantren di Banten

Tantangan dalam jangka pendek yang kini dihadapi, tentu adalah mengenai pandemi COVID-19. Mengingat polisi akan berada di depan dalam penindakan masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan.

Menurutnya, sebaiknya ke depan diutamakan langkah yang persuasif. Terutama oleh polisi, seperti dalam penindakan masyarakat yang tanpa menggunakan masker.

“Jadi jangan kita menggunakan cara-cara kekerasanlah, karena COVID-19 ini membuat masyarakat bosen hampir setahun itu mereka tidak melakukan aktifitas, dan aktifitasnya kan juga lebih banyak mengarah ke ekonomi. Saya pikir lebih persuasiflah, lebih baik daripada penindakan,” katanya.

Untuk kapasitas, menurutnya Listyo memiliki pengalaman yang cukup baik. Sejauh ini, menurutnya tidak ada catatan negatif darinya. Maka ia menilai, Listyo Sigit adalah pilihan pas dalam penegakan hukum dan pengayoman masyarakat.

“Secara chemistry juga ada kedekatannya dengan Pak Jokowi, dari Wali Kota Solo sampai ajudan Presiden," katanya.