Tante Maia Estianty Meninggal Dunia karena Covid-19

Ichsan Suhendra

VIVA – Penyanyi dan pencipta lagu, Maia Estianty tengah dirundung duka. Salah satu tantenya yang berada di Surabaya meninggal dunia. Maia menceritakan, almarhumah meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19.

Maia mengabarkan kabar duka sekaligus memberi edukasi pada warganet. Ia tidak ingin mereka seolah menganggap remeh penyakit yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya tersebut.

"Hari ini tanteku meninggal karena Covid di Surabaya... Masih pada bandel kah atau mengganggap remeh covid 19? Hati2  sebelum keluarga kita, anda,  satu2 dipanggil Allah karena Covid.. Al Fatihah untuk tanteku tersayang..," tulis Maia dalam akun twitternya.

Ucapan bela sungkawa mengalir oleh kicauan warganet. Bahkan ada salah satu dari mereka merasakan duka sama yang dirasakan oleh Maia Estianty. Ia kehilangan salah satu saudaranya karena Covid-19.

"Kemarin saudara saya di surabaya juga meninggal krn covid, istrinya juga positif dan belum dikabari kalau suaminya sudah meninggal. Turut berduka bunmai. Allohummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha. semoga husnul khotimah & digolongkan mati syahid. aamiin," tulis warganet.

Maia ikut menyampaikan dukanya kepada warganet tersebut. Ia juga kembali mengingatkan agar menjaga diri dengan mengikuti imbauan pemerintah. Maia Estianty pun mendoakan warganet agar selalu diberi kesehatan.

"Semoga kita semua tetap mematuhi anjuran pemerintah, berdisiplin diri dengan jaga jarak 1 meter, pakai masker kalau keluar rumah, cuci tangan pakai sabun 20 detik, dan istirahat yang cukup, jangan berdesakan dengan orang2 lain. Semoga semua selalu selamat. Amin," tulis Maia Estianty.

Baca juga: Dapat Amplop Tebal THR dari Irwan Mussry, Dul Jaelani: Love You Daddy?

Berdasarkan data 28 Mei 2-2-, total kasus Corona di Jawa Timur ada 4.271 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 3.334 pasien masih dirawat, 570 pasien sembuh, dan 348 pasien meninggal dunia.

Jumlah terbanyak terdapat di Kota Surabaya dengan 2.300 kasus. Tempau kedua terbanyak adalah Kabupaten Sidoarjo sebanyak 600 kasus, dan Kabupaten Gresik 156 kasus. Tiga daerah berdampingan itu kini bersama-sama menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB di Surabaya akan berlangsung sampai 8 Juni 2020.