#TanyaDokter: Anak Doyan Minum, Tapi Susah Makan, Bagaimana Solusinya

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mengatasi masalah anak yang susah makan, bukan perkara mudah. Hal ini seringkali dikeluhkan para orangtua. Bahkan, bukan hanya usia balita saja, anak susah makan juga kerap dialami oleh si kecil yang sudah berusia 9 tahun. Lalu seperti apa solusinya.

Lewat rubrik #TanyaDokter, ada pembaca VIVA yang menanyakan, "Anak saya usia 9 tahun, suka minum air putih dan bisa banyak tapi susah untuk makan. Bisa 1 hari hanya 1 kali. Amankah, Dok? Minum air putih yang ideal untuk anak berapa banyak?"

Bersama narasumber Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Robert Soetandio, Sp.A, M.Si.Med, simak jawabannya berikut ini.

Menurut dr Robert, sebanyak 20 persen dari kebutuhan air didapat dari makanan sedangkan 80 persen dari air minum. Pemberian air putih yang terlalu banyak dapat menyebabkan anak Anda kenyang sehingga kebutuhan nutrisi lainnya menjadi tidak tercukupi. Hal ini akan mengakibatkan tumbuh kembangnya tidak optimal.

Kebutuhan cairan (bukan hanya air putih saja) per hari untuk anak yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yaitu:
1. 800 mililiter (ml) atau sekitar 2-3 gelas, untuk anak berusia 7-12 bulan
2. 1,3 liter atau sekitar 4 gelas, untuk anak berusia 1-3 tahun
3. 1,7 liter atau sekitar 5 gelas, untuk anak berusia 4-8 tahun
4. 2,1 – 2,4 liter atau 8-10 gelas, untuk anak di atas usia 9 tahun.

"Ukuran gelas yang digunakan pada keterangan di atas adalah gelas belimbing, atau sekitar 250 mililiter. Kebutuhan cairan anak dapat dipenuhi melalui makanan maupun minuman. Anak juga bisa mendapatkan cairan dari minuman melalui susu, jus buah, dan air putih," terangnya.

Narasumber: dr. Robert Soetandio, Sp.A, M.Si.Med
Dokter Spesialis Anak
RS Pondok Indah – Bintaro Jaya