#TanyaDokter: Ketika Si Kecil Lakukan Gerakan Tutup Mulut Saat Makan

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVAGerakan tutup mulut pada anak seringkali terjadi. Hal ini dilakukan si kecil untuk menghindari bahkan menolak untuk makan besar. Hal yang wajar jika si kecil di usia 2 hingga 5 tahun mengalami susah makan.

Meski hal ini sering terjadi pada anak anak, tapi jangan terlalu lama dibiarkan karena gerakan tutup mulut bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Lewat rubrik #TanyaDokter, masalah ini dikeluhkan oleh pembaca VIVA. dr. Mengenai hal ini, dr Ellen Wijaya, Sp.A yang merupakan Dokter Spesialis Anak yang berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah, membantu menjawab keresahan para orangtua terkait gerakan tutup mulut anak.

dr Ellen mengatakan, hal yang perlu dilakukan orangtua ketika anak melakukan gerakan tutup mulut, ada dua hal yang utama. Yang pertama, orangtua harus pastikan ada tidaknya tanda bahaya pada anak tersebut.

"Kita aja sebagai orangtua, jika kita sakit tentu rasanya malas sekali makan, apalagi anak yang sedang sakit, oleh karena itu bila ada gerakan tutup mulut, evalusi tanda bahaya, apakah anak kita sedang sakit, apakah demam tinggi, apakah ada sariwaan, apakah sedang tumbuh gigi, dan tanda bahaya lainnya, di antaranya anak ada muntah muntah atau diare," jelas dr Ellen.

Hal lain yang perlu jadi perhatian orangtua, pastikan si anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan atau tidak. Bila dilihat dari kurva pertumbuhannya, tidak naik ke atas, landai atau bahkan turun, maka gerakan tutup mulut anak bisa jadi tanda bahaya buat orangtua. Sehingga, segera bawa anak periksakan diri ke dokter.

Tanda lainnya yang harus dievaluasi dari orangtua adalah, apakah anak tersebut sudah mendaptkan aturan makan yang tepat dari orangtua? Ini membantu mengatasi gerakan tutup mulut anak.

"Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat anak makan, yang pertana buatlah lingkungan yang nyaman saat anak makan, ajak anak makan di meja makan, di kursi yang sesuai agar dia melihat ayah dan ibu makan bersamanya, hindari, nonton tv dengar radio atau hal-hal lain yang bisa menyebabkan distraksi pada anak."

Selanjutnya, lihat waktu makannya, berikan waktu 30 menit anak makan, jika dalam waktu 1-15 menit anak tidak mau makan samasekali, jangan dipaksa takut anak trauma. Sehingga hentikan pemberian makan, biarkan anak mengenal rasa lapar dan kenyang pada anak, hal ini akan sangat membantu anak mengatasi gerakan tutup mulut.

"Dan jangan lupa selingan makan, tiga kali makan, dua kali snack, dan berikan air putih, supaya anak tidak kenyang untuk hal-hal yang manis atau cemilan cemilan sehingga tidak mengganggu pola makannya."