#TanyaDokter: Serangan Jantung Ditandai Telapak Tangan Berkeringat?

Adinda Permatasari
·Bacaan 1 menit

VIVAPenyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak diderita orang di dunia. Tak sedikit kasus serangan jantung terlambat ditangani karena minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini.

Sayangnya, masih banyak orang yang percaya terhadap mitos seputar penyakit tersebut. Akhirnya, mereka jadi menghadapi kekhawatiran yang tak perlu.

Salah satu mitos yang banyak beredar adalah telapak tangan berkeringat adalah tanda serangan jantung. Benarkah mitos ini?

Nah, lewat rubrik #TanyaDokter bersama dr. Wibisono Firmanda, Sp.JP yang merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Pondok Indah – Pondok Indah, pertanyaan terkait keringat di tangan akan dijawab.

Mitos atau fakta, tangan sering berkeringat merupakan gejala serangan jantung? Menurut dokter Wibisono, sebenarnya itu bukan suatu gejala serangan jantung. Tapi, jika disertai gejala lain, itu bisa dianggap suatu serangan jantung.

“Contoh gejala lain yang dikhawatirkan serangan jantung adalah nyeri di dada, pingsan mendadak, atau sesak napas berat disertai keringat dingin dan telapak tanganya berkeringat,” ujar dokter Wibisono.

Karena itu, kalau telapak tangannya hanya sering berkeringat, kemungkinan besar bukan gejala serangan jantung. Meski demikian, perlu juga untuk curiga gejala penyakit lain.

Dokter Wibisono mengatakan, tangan berkeringat bisa saja merupakan gejala kondisi lain. Misalnya, kadar tiroid yang terlalu tinggi, atau tensi darah yang terlalu rendah.

“Itu bisa menyebabkan telapak tangan sering keringetan,” kata dia.