#TanyaDokter: Usia 2 Tahun Anak Belum Bisa Jalan, Ini 5 Tips Mengatasi

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Proses tumbuh kembang anak akan sangat berbeda dari anak yang satu dengan lainnya. Meski demikian, ayah dan bunda harus selalu pantau perkembangannya. Terkadang, anak bahkan menunjukkan kepintaran yang berbeda di tiap tahan perkembangann. Termasuk soal kapan dia bisa lancar berjalan.

Ada beberapa tahapan yang akan dilalui si kecil sebelum dia bisa berjalan dengan lancar. Namun, terkadang sebagai orang tua, tentu ada kekhawatiran ketika di usia tertentu, buah hati belum juga terlihat lancar berjalan.

Lewat rubrik #TanyaDokter, ada juga pembaca VIVA yang menanyakan masalah proses anak bisa berjalan. Simak pertanyaan dan jawabannya berikut ini.

"Anak saya 2 tahun belum dapat berjalan, masih pegangan tembok. Amankah? Normalnya anak berjalan usia berapa Dok, apabila usia 2 tahun belum dapat berjalan apa yang harus saya lakukan?"

Mengenai hal ini, Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Robert Soetandio, Sp.A, M.Si.Med menjelaskan apa saja hal-hal yang menyebabkan buah hati mengalami keterlambatan proses berjalan.

dr Robert mengatakan, kemampuan berdiri merupakan modal awal untuk berjalan. "Kemampuan anak usia 18-24 bulan seharusnya dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik, berjalan tanpa terhuyung-huyung," jelasnya.

Anak Anda mungkin perlu melakukan beberapa latihan supaya dapat berjalan lancar. Berikut beberapa cara untuk mengatasi anak terlambat berjalan:

1. Ajak anak berjalan dengan cara menuntunnya
Memegang kedua tangan si kecil dan menuntunnya berjalan. Posisikan anak berdiri menghadap ke depan, kemudian pegang kedua tangannya dari belakang, dan bantu anak untuk pelan-pelan melangkah. Cara ini bermanfaat untuk menguatkan otot dan melatih keseimbangan tubuh anak untuk mulai berjalan.

2. Batasi durasi menggendong anak
Membatasi menggendong si kecil dengan mengganti aktivitasnya dengan bermain di lantai. Harapannya, si kecil akan terstimulasi untuk mulai berdiri, merambat, dan akhirnya berjalan.

3. Bermain dengan posisi berdiri
Meletakkan mainan di posisi yang jauh juga bisa mendorong anak untuk berjalan. Sedangkan untuk membuat si kecil mau berdiri, Anda dapat mengajaknya bermain dalam posisi berdiri.

4. Biarkan anak bertelanjang kaki

Biarkan anak bertelanjang kaki di dalam ruangan dengan lantai yang rata. Cobalah biasakan untuk si kecil beraktivitas dengan bertelanjang kaki di dalam ruangan. Hal ini bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuhnya sewaktu berdiri. Anda juga dapat membelikan mainan yang dapat didorong oleh si kecil untuk melatihnya berjalan.

5. Hindari menggunakan baby walker
Penggunaan babywalker memiliki risiko cedera dan membuat si kecil menjadi enggan menggunakan kakinya sendiri untuk belajar berjalan.


Narasumber: dr. Robert Soetandio, Sp.A, M.Si.Med
Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya