Tanzania Jadi Negara Paling Berbahaya Buat Albino, Ini Alasannya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Albinisme atau albino merupakan sebuah kondisi dimana seseorang tidak memiliki zat melanin. Mereka biasanya memiliki kulit dan rambut putih dan pucat. Tidak sedikit albinisme di dunia. Namun, Tanzania merupakan salah satu negara yang paling tidak aman bagi para albino.

Pasalnya, albino di negara tersebut dianggap aneh. Saking anehnya, orang-orang menganggap albinisme abadi alias tidak akan pernah bisa mati. Tidak sedikit juga orang-orang di negara benua Afrika tersebut melakukan perundungan terhadap albino. Mulai dari diasingkan, dijauhi, hingga dikatai 'hantu.'

Parahnya, In the Now menulis, sebagian orang menganggap bagian tubuh orang-orang albino berharga. Dan siapa pun yang memiliki dan menyimpannya akan mendapat kekuatan atau kekayaan. Anggapan ini mulai marak di awal tahun 2000 dan mendorong orang-orang untuk memburu bagian tubuh para albino.

Kabula Nkara menceritakan kisah pilunya kepada In the Now. Sejumlah orang menyerangnya dan memotong sebelah lengannya. Bahkan, mereka menyuruh ibu Kabula untuk membakar luka di lengannya yang sudah putus tersebut.

"Usai mereka menyerang saya dan memotong sebelang lengan saya, salah satu dari mereka membawa bensin dan menyuruh ibu saya untuk menyiramnya ke luka saya," katanya kepada In the Now.

Diasingkan di Kamp

Albino | pexels.com/@myca
Albino | pexels.com/@myca

Kabula kemudian dikirim ke sebuah kamp yang menjadi perkumpulan para albino. Di kamp tersebut, terdapat ratusan anak-anak yang memiliki kisah serupa dengan Kabula.

"Sebagina besar orangtua yang mengirim anak mereka ke sini tidak kembali lagi. Tidak untuk menjenguk, atau bahkan menanyakan kabar tentang anak mereka," jelas Kabula.

Untuk menghindari orang-orang yang ingin memburu bagian tubuh mereka, orang-orang dengan albinisme biasanya kabur meninggalkan rumah. Hasan Hamisi, yang juga merupakan seorang albino, memiliki kisah serupa. Sepanjang hidupnya, orang-orang mengucilkan dan melakukan perundangan terhadap dirinya.

"Orang-orang dulu memanggil kami 'Zeru-Zeru' yang artinya hantu. Karena mereka pikir kami tidak bisa mati. Saya ingat ketika saya lahir, komunitas masyarakat setempat meminta ibu untuk meracuni saya," katanya dengan sedih.

Parahnya, para pemburu ini cenderung menargetkan anak-anak albino. Mereka memburu anak-anak albino untuk mengambil anggota badan mereka yang akan digunakan untuk jimat atau juga membuat ramuan.

Albinisme di Afrika adalah hal yang lazim. Namun, tidak lazim bagi mereka untuk dapat menjalani hidup dengan normal.

#eleveate women