Taqy Malik Dituding Menggelapkan Uang Jamaah Umrah Travelnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Taqy Malik kembali menjadi sorotan publik. Pria 24 tahun itu dituding menggelapkan uang calon jamah umrah yang menggunakan jasa travelnya.

Kabar tersebut pertama kali diungkapkan oleh penggiat media sosial, Adam Denny melalui instagramnya. Dalam unggahannya, Adam Deni memposting tangkapan layar tentang keluhan calon jamaah umrah Taqy Malik karena refund dana umrah yang tak kunjung ada kejelasan.

Terkait tuduhan tersebut pihak Taqychan Travel buka suara dan membantah tentang penggelapan dana umrah.

"Jamaah yang tertunda di Maret tahun lalu harusnya berangkat di Maret akhir. Tapi karena pertengahan sudah pandemi dan umrah dilarang berangkat, kita tunda menunggu situasi membaik," ujar Executive Direktur Operasional, Wisnu Wibowo, saat dihubungi oleh wartawan, baru-baru ini.

Terbuka Soal Refund

Taqy Malik [foto: instagram/taqy_malik]
Taqy Malik [foto: instagram/taqy_malik]

Wisnu menjelaskan pihaknya sangat terbuka apabila ada yang ingin mengajukan minta pengembalian uang. Namun mereka membutuhkan waktu bisa mengembalikannya.

"Untuk kesulitan mungkin ada beberapa jamaah yang tidak update info. Kami sempat berhenti operasional termasuk mungkin travel umrah lain. Namun, bagi yang ingin refund karena kondisi tidak menentu, tetap di proses. Karena hal-hal teknis memang ada beberapa yang memerlukan waktu," kata Wisnu.

Hampir Semua Dilunasi

Sebagian uang jamaah sudah dikembalikan, namun ada juga ada yang belum. Bahkan sebagai komisaris Taqy Malik langsung membayarkan sendiri uang pengembaliannya.

"Alhamdulillah sebagian atau hampir keseluruhan yang refund sudah diselesaikan bahkan oleh Ustaz Taqy sendiri sebagai komisaris," ujarnya.

Tertunda

Taqy Malik (Sumber: Instagram/taqy_malik)
Taqy Malik (Sumber: Instagram/taqy_malik)

Seharusnya 71 orang jamaah umrah yang menggunakan jasa Taqychan Traver, tertunda berangkat pada Maret 2020. Menurut Wisnu, pada Rabu, 15 September 2021 sudah ada 56 calon jamaah yang dananya dikembalikan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel