Taqy Malik Wajibkan Karyawan Salat Dhuha dan Baca Al-Waqiah

Ichsan Suhendra
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bekerja dan beribadah selayaknya dilakukan beriringan. Hal itu yang coba diterapkan Taqy Malik. Baru-baru ini Taqy membuka kantor untuk bisnis Saffron To Go di Jakarta Selatan. Taqy ingin membuat suasana kantor yang baru dibuka itu dengan lingkungan yang kondusif.

"Tetapi bedanya, karena basic saya santri, di kantor itu harus tercipta lingkungan kondusif dan spiritualnya timbul. Kayak kita sebelum kerja setiap pagi baca Al-Waqiah bareng-bareng, setelah itu salat Dhuha," kata Taqy saat ditemui baru-baru ini.

Taqy mengaku hal itu memang awalnya dipaksakan. Namun ia percaya, lama-kelamaan kebiasaan baik itu akan tertanam dan selalu diterapkan para karyawannya.

"Awalnya emang harus dipaksa tapi lama-lama akan terbiasa, seluruh tim di sini mau sedang rapat kalau ada azan tinggalin langsung ke masjid," ujarnya.

Taqy mengaku membuka kantor untuk usahanya, merupakan impian sejak lama. Sebab selama ini Taqychan Saffron dikendalikan dari rumah. Taqy juga tak ingin sembarang menata konsep kantornya.

"Dengan adanya kantor tuh jadi ada wujud hasil kerja selama dua tahun, reward untuk pekerja Taqychan Saffron," ucapnya.

Selain itu, Taqy berujar rancangan kantor tersebut terinspirasi dari salah satu drama Korea Selatan, Start Up. Taqy ingin membuat karyawannya lebih betah di kantor.

"Iya series Start Up memang bikin saya terinspirasi buat berbisnis yaa. Aku mau bikin mereka betah, dan saking enaknya mereka tuh rajin lembur, ketagihan di sini nongkrong, minum kopi, pengen di sini lama-lama," ujarnya.

Lalu Taqy menjelaskan bisnis yang dijalankan olehnya, yakni Safron. Saffron merupakan rempah berbentuk benang halus dan tipis berwarna merah yang berasal dari bunga Crocus sativus. Saffron termasuk salah satu rempah termahal di dunia karena cara penanaman dan pemanenannya yang rumit, serta membutuhkan teknik khusus. Selain itu, dibutuhkan 150 bunga untuk memproduksi 1 gram benang saffron.