Tarakan ekspor perdana 25 ton ikan bandeng beku ke Tiongkok

·Bacaan 2 menit

Sebanyak 25 ton ikan bandeng beku (frozen milk fish) dari Tarakan diekspor langsung ke Xiamen, Tiongkok melalui pelabuhan Malundung, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin.

"Saya apresiasi dan mendukung pengiriman ikan bandeng beku perdana oleh PT. Tarakan Fiserindo Sipatuo (TFS) dapat terealisasi melalui pelabuhan Malundung, Tarakan," kata Wali Kota Tarakan, Khairul saat melepas secara simbolis ekspor perdana ikan bandeng tersebut didampingi Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tarakan, Minhajuddin Napsah.

Dia mengatakan bahwa saat ini Pemkot Tarakan terus berupaya agar ekspor langsung dari Kota Tarakan dapat digiatkan.

"Banyak manfaat yang diperoleh, termasuk mengurangi biaya ekspor, alur yang lebih sederhana, dan juga akan meningkatkan pendapatan daerah dari dana bagi hasil," kata Khairul.

Ekspor ikan bandeng oleh PT. Tarakan Fiserindo Sipatuo sudah ketiga kalinya, dimana dua kali ekspor melalui pelabuhan di Surabaya.

Selain itu, Wali Kota mengatakan bahwa produk udang, kepiting, dan ikan Tarakan, maupun komoditas lainnya sebenarnya sudah lama mampu menembus pasar internasional namun melalui daerah lain.

Padahal, Pelabuhan Tarakan sudah memiliki izin untuk menyelenggarakan ekspor dan impor produk tertentu. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh semua pihak agar ekspor dari Tarakan dapat terus meningkat.

“Kita terus dorong agar pengusaha yang ada di Tarakan ini dapat semakin produktif dan bersatu, karena semakin banyak produk yang dikirim, maka akan semakin murah pula biaya pengiriman ke luar negeri,” kata Khairul.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tarakan, Minhajuddin Napsah mengatakan bahwa pelepasan ekspor perdana produk perikanan Tarakan, dimana kegiatan ekspor perdana ini merupakan upaya untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Produk yang diekspor kali ini berupa produk produk perikanan ikan bandeng beku sebanyak 2.500 karton dengan berat 25 ton dan perkiraan ekspornya senilai 36.456 dolar AS," kata Minhajuddin.

Melalui kegiatan ekspor ini, diharapkan mampu memberikan semangat yang sama kepada pelaku usaha sektor perikanan di Kaltara khususnya Tarakan.

"Untuk dapat mendaftarkan dan melakukan ekspor melalui Bea Cukai, agar produk asal Tarakan dapat terdaftar dan tercatat sebagai produk Tarakan dan selanjutnya dapat dikenal dan bersaing secara global di mancanegara," katanya.

Baca juga: Kemendag lepas ekspor 27 ton ikan tuna sirip kuning ke Vietnam
Baca juga: Menteri KKP: Indonesia mampu ekspor perikanan terbesar di dunia
Baca juga: Kisah pilot banting setir jadi penjual ikan beromset miliaran rupiah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel