Target Baru Menemukan Alien

·Bacaan 2 menit

VIVA – Manusia selalu dibuat penasaran akan keberadaan alien sejak dahulu. Apakah mereka nyata atau khayalan, toh, sejauh ini belum ada bukti bahwa alien itu eksis. Para pemburu alien sampai saat ini masih fokus melakukan pencarian di planet mirip Bumi.

Pemikiran itu cukup masuk akal karena Bumi merupakan dunia yang berbatu dan tertutup air. Tapi, untuk alam semesta yang luas ini tentu ada kemungkinan terdapat tempat yang layak dihuni alien, selain planet seperti Bumi.

Dalam studi terbarunya, para peneliti mengidentifikasi sekelompok dunia asing yang mereka namakan Planet Hycean, yang ukurannya 2,5 kali lebih besar dari Bumi dan memiliki lautan air cair yang sangat besar di bawah atmosfer yang kaya hidrogen.

Kelompok Planet Hycean tampak sangat berlimpah di seluruh galaksi Bima Sakti dan mereka bisa menampung kehidupan mikroba yang mirip dengan ekstremofil yang berkembang di beberapa lingkungan paling keras di Bumi.

"Planet Hycean membuka jalan baru dalam pencarian kami untuk terus mencari alien," kata Ilmuwan Nikku Madhusudhan dari Institut Astronomi di Universitas Cambridge, Inggris, seperti dikutip dari situs Space, Jumat, 27 Agustus 2021.

Kelompok planet ini, ungkap Nikku, memiliki ukuran yang mirip dengan Super Earth berbatu dan Mini-Neptunus yang mengandung gas - dua jenis planet ekstrasurya yang paling umum di galaksi, menurut studi yang diterbitkan di The Astrophysical Journal.

Akan tetapi, Planet Hycean memiliki perbedaan kepadatan. Beberapa di antaranya mengorbit begitu dekat dengan bintang-bintang sehingga mereka terkunci dengan satu sisi siang hari yang terik dan satu sisi malam yang gelap selamanya.

Beberapa lainnya mengorbit sangat jauh sehingga menerima radiasi bintang yang sangat sedikit. "Alien bisa saja ada di sana, sekali pun Hycean memiliki keadaan ekstrem, semisal pada perairan malam yang pasang surut di dunia terkunci," jelas Nikku.

Sementara itu, Ilmuwan Anjali Piette menambahkan jika Hycean tampaknya menjadi tempat yang baik untuk mencari gas biosignature yang potensial seperti oksigen dan metana. Perburuan kehidupan Hycean pun akan segera dimulai.

Nikku dan rekan-rekan juga mengidentifikasi kelompok Planet Hycean yang atmosfernya bisa diteliti oleh observatorium generasi berikutnya seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA yang proyeknya senilai US$9,8 miliar tersebut.

"Deteksi biosignature akan mengubah pemahaman kita tentang kehidupan di alam semesta. Kita harus terbuka mengenai di mana kita berharap menemukan kehidupan dan bentuk kehidupan (alien) seperti apa. Karena, alam terus mengejutkan kita dengan cara yang seringkali tak terbayangkan," papar Nikku.

Membuktikan alien itu ada masih menjadi pekerjaan yang sukar. Namun, bukan berarti kemungkinannya nol alias mereka benar-benar tiada. "Matahari kita cukup umum dan Bumi kita baru ada miliaran tahun. Ada bintang jauh lebih tua daripada bintang kita, mungkin juga ada planet di luar sana dengan peradaban yang puluhan ribu tahun lebih maju," katanya, seraya berharap.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel